TribunJogja/

PSIM U-17 Ini Pilih Redam Emosi Saat Bertanding

Laga final antara PSIM U-17 dan PSS U-17 tersebut berlangsung cukup panas dan memang penuh dengan luapan emosi dari kedua tim.

PSIM U-17 Ini Pilih Redam Emosi Saat Bertanding
dokumen pribadi Fachrizal Ahnaf Maulana
Fachrizal Ahnaf Maulana

Laporan Reporter Tribun Jogja, Amalia Fathonaty

TRIBUNJOGJA.COM - Bermain sepakbola tidak hanya mengandalkan keterampilan dan kekuatan fisik saja.

Mengatur emosi dan ketenangan merupakan hal penting yang tidak dapat diabaikan saat menghadapi lawan.

Begitu pula yang pernah dialami oleh Fachrizal Ahnaf Maulana.

Bersama PSIM U-17, pemain yang akrab disapa Rizal ini juga turut bermain di final Piala Soeratin Regional DIY beberapa waktu lalu.

Laga final antara PSIM U-17 dan PSS U-17 tersebut berlangsung cukup panas dan memang penuh dengan luapan emosi dari kedua tim.

Bagaimana tidak, kedua tim sama-sama berhasrat mendapat gelar juara.

"Momen waktu final kemarin sebenarnya seru. Kedua tim saling jual beli serangan," ujar pemain yang juga turut memperkuat tim sepakbola DIY di ajang Popnas.

Keinginan masing-masing tim untuk meraih juara pun membuat tensi laga semakin meningkat.

Rizal mengaku dirinya sempat terpancing emosi lantaran tensi laga yang juga semakin memanas.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help