TribunJogja/

Jual Video Gay Anak dan Orang Dewaas, 3 Orang Ini Diciduk. Begini Caranya Bertransaksi

Pelaku mendapatkan video itu, melalui grup pecinta sesama jenis di aplikasi Telegram, WhatsApp bernama VGK Premium atau Video Gay Kids.

Jual Video Gay Anak dan Orang Dewaas, 3 Orang Ini Diciduk. Begini Caranya Bertransaksi
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Polisi mengungkap kasus pornografi anak melalui akun media sosial. Pelaku memperjualbelikan video pornografi anak laki-laki dengan orang dewasa sesama jenis.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan menerangkan, pelaku menyebarkannya melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Skype.

Pelaku mendapatkan video itu, melalui grup pecinta sesama jenis di aplikasi Telegram, WhatsApp bernama VGK Premium atau Video Gay Kids.

Adi mengatakan, pengungkapan kasus atas kerjasama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI).

Polda Metro mendapatkan informasi adanya aplikasi yang menawarkan VGK.

"Didalamnya, ditampilkan video atau image hubungan seksual laki-laki dewasa dengan anak laki-laki," ujar Adi di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (17/9/2017).

Polda Metro Jaya merilis pelaku video porno gay
Polda Metro Jaya merilis pelaku video porno gay (tribunnews)

Berdasarkan informasi itu, polisi melakukan pengembangan kasus. Kemudian, menelusuri identitas para pelaku, hingga tiga orang pelaku berinisial Y (19), H alias Uher (30), dan I (21) diringkus polisi.

Setelah diringkus, pelaku mengaku tiap 30 sampai 50 video syur itu dijual dengan harga Rp 100 ribu. Pembayaran bisa dibayar dengan uang atau mentransfer pulsa pada para pelaku.

"Mereka berkaitan dengan penjualan video dan image tersebut. Satu di Purworejo, satu di Garut, dan satu di Bogor," kata Adi.

Pengikut media sosial para pelaku mencapai ribuan orang.

Di akun Twitter mereka menjual video itu di akun @NoeHermawan2 dan @febrifebri745 serta @FreeVGK69. Sedangkan di Facebook, akun mereka adalah VGK.

Untuk di blog mereka menggunakan blog bernama freevgk.blogspot.co.id.

"Artinya jika ada satu informasi VGK, maka akan tersebar ke seribu orang. Kita masih kejar dan Insyaallah akan kita amankan pelaku lain yang berkaitan," ujar Adi.

Atas perbuatannya itu, ketiganya terancam dijerat Pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 4 ayat (1) jo pasal 29 dan pasal 4 ayat (2) jo pasal 30 UU No. 44 tahun 2008 tetang Pornografi dan/atau UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help