TribunJogja/

Ini Penyebab Gas Melon Langka di Pasaran

Kelangkaan gas elpiji kemasan 3 kilogram pada tingkat konsumen di Kulonprogo disinyalir terjadi lantaran adanya penyalahgunaan konsumsinya.

Ini Penyebab Gas Melon Langka di Pasaran
TRIBUNJOGJA.COM

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kelangkaan gas elpiji kemasan 3 kilogram pada tingkat konsumen di Kulonprogo disinyalir terjadi lantaran adanya penyalahgunaan konsumsinya.

Selain itu, penjualan di wilayah perbatasan juga kerap menyalahi ketentuan wilayah edar.

Hal tersebut mengakibatkan munculnya panic buying di kalangan konsumen sehingga kemudian terjadi kelangkaan gas di pasaran.

Koordinator keagenan gas elpiji 3 kilogram wilayah Kulonprogo Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Taufiqqurakhman mengatakan, pihaknya kerap kali menemukan penggunaan gas melon tersebut untuk bahan bakar mesin pompa air oleh penggarap lahan di pesisir pantai selatan.

Ada pula gas melon dijadikan bahan bakar alat penghangat ayam di peternakan-peternakan.

Dua hal tersebut menurutnya bentuk yang salah dalam penggunaan gas elpiji 3 kg dan tidak sesuai peruntukannya.

"Kami berikan edukasi dan imbauan bahwa penggunaan seperti itu tidak benar," kata Taufiqqutakhman, Minggu (17/9/2017).

Namun begitu, pihaknya hanya bisa sebatas mengimbau tanpa memiliki daya untuk memberikan sanksi.

Hiswana Migas dalam hal ini tak punya wewenang menjatuhkan sanksi atas praktik penyalahgunaan gas melon tersebut.

Tidak ada dasar hukum bagi Hiswana untuk memberikan sanksi.

Di daerah perbatasan Kulonprogo dengan wilayah kabupaten lain juga acapkali terjadi praktek jual beli gas melon tanpa menghiraukan alokasi edarnya.

Misalnya, di wilayah Temon atau Kalibawang. Kerapkali gas 3 kg untuk daerah tersebut justru diserbu konsumen dari kabupaten tetangga yang berbatasan.

Hal ini menyebabkan tidak tercukupinya kebutuhan untuk satu wilayah yang sebetulnya sudah dialokasikan sesuai kuota masing-masing.

Kondisi tersebut menurutnya cukup sulit diatasi lantaran penjual juga tidak bisa mengenali identitas pembeli dari luar daerah.

"Tiap stok habis, pasti kami lakukan pengiriman lagi namun ya tetap habis. Karena, kuota yang seharusnya jatah masyarakat Kulonprogo malah lari dibeli konsumen daerah lain," katanya.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help