TribunJogja/

Breakwater Jadi Fokus Utama Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto

Instalasi breakwater atau pemecah gelombang laut masih akan menjadi fokus utama kelanjutan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo.

Breakwater Jadi Fokus Utama Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto
Tribun Jogja/Dwi Nourma Handito
Nelayan sedang menebar jala untuk menangkap ikan di kolam pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulon Progo, belum lama ini. Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto yang dibangun sejak tahun 2004 belum bisa dimanfaatkan sesuai tujuan awal, karena masalah gelombang besar dan sedimentasi. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Instalasi breakwater atau pemecah gelombang laut masih akan menjadi fokus utama kelanjutan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Sudarna mengatakan, gelombang laut di pesisir Pantai Selatan sangat besar.

Maka itu, inti kelanjutan pembangunan pelabuhan tersebut nantinya berupa penyediaan instalasi breakwater lagi.

Struktur tersebut menjadi pertahanan utama di bagian muara sebagai pintu masuk menuju pelabuhan.

"Dulu sudah dibikinkan breakwater juga tapi kandas porak poranda, saking besarnya ombak di laut selatan," kata Sudarna, Minggu (15/9/2017).

Pembangunan struktur tersebut menurutnya memerlukan dana besar.

Pemerintah pusat dalam hal ini telah menyanggupi untuk penyelesaiannya meski butuh waktu tiga tahun pembangunan.

Di samping itu, ada penambahan panjang pelabuhan yakni 179 meter di sisi barat dan 140 meter di sisi timur.

Pihaknya berharap pembangunan itu bisa berjalan dengan baik dan pelabuhan segera termanfaatkan oleh nelayan dan masayrakat sekitar secara optimal.

"Ada 677 nelayan di Kulonprogo, baik yang berkapal maupun tidak. Harapannya, pelabuhan ini nanti bisa dimanfaatkan dengan baik," kata dia.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help