TribunJogja/

Awas Ubur-ubur Beracun Saat Berwisata di Pantai Gunungkidul

Bulan Agustus hingga September ini memang merupakan waktu dimana ubur-ubur atau impes mendarat di pantai selatan Gunungkidul.

Awas Ubur-ubur Beracun Saat Berwisata di Pantai Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Baron, Surisdiyanto, turut memberikan pertolongan medis kepada korban tersengat ubur-ubur di Pos SAR Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (17/9). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono, menuturkan, Bulan Agustus hingga September ini memang merupakan waktu dimana ubur-ubur atau impes mendarat di pantai selatan Gunungkidul.

Ia menuturkan, keberadaan hewan ini pertama kali ditemui di Pantai Sepanjang, Gunungkidul.

Hewan berwarna biru ini juga sudah banyak bertebaran di bibir pantai Krakal, ke timur.

 "Kami mendapatkan laporan dari nelayan, sudah banyak impes. Jumlah mereka bisa rubuan tersebar dari Pantai Krakal hingga ke timur," ujarnya.

Marjono mengatakan, hewan ini memiliki tentakel, dengan tubuh berbentuk payung berumbai, yang jika tersentuh manusia, racun yang ada di permukaan tubuhnya dapat membuat gatal-gatal di kulit, sampai pingsan.

 "Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh," ujar Marjono.

 Lanjut Marjono, hingga kini penyebaran hewan ini baru ada di sekitar Pantai Krakal ke pantai timur Gunungkidul.

Sementara untuk pantai Baron, yang memiliki banyak pengunjung, belum ditemukan satu pun ubur-ubur, karena adanya air tawar di sekitar pantai.

Ia pun memperingatkan kepada wisatawan agar tidak memegang hewan laut yang ada di pantai, dan menggunakan alas kali saat berjalan-jalan di sekitar Pantai untuk mengantisipasi terkena hewan laut beracun.

 "Jangan dipegang sembarangan karena bisa mengandung racun yang membahayakan. Untuk ke pantai manapun selalu gunakan alas kali untuk alasan keamanan," ujar Marjono.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help