TribunJogja/

17 Muda-Mudi Terjaring Razia, 4 Pasang Lagi Berduaan di Kamar. Begini Kemudian Nasibnya

Sebanyak 8 dari 17 muda-mudi itu merupakan pasangan bukan suami dan istri (pasutri) bahkan ditemukan sedang berduaan di penginapan dan kosan.

17 Muda-Mudi Terjaring Razia, 4 Pasang Lagi Berduaan di Kamar. Begini Kemudian Nasibnya
merdeka.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SINTANG - Sebanyak 17 muda-mudi tak bisa mengelak saat kegiatan razia Kepolisian Resor (Polres) Sintang di sejumlah hotel, home stay atau tempat penginapan, indekos, lanting dan cafe, Minggu (17/9/2017) dinihari.

Mereka terdiri dari 11 pria dan 6 wanita. Sebanyak 8 dari 17 muda-mudi itu merupakan pasangan bukan suami dan istri (pasutri) bahkan ditemukan sedang berduaan di penginapan dan kosan.

Anggota Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) sebanyak 26 personel, dipimpin oleh Kasat Sabhara Iptu M Rasyid dan KBO Sabhara Iptu Uly Sulistioni lantas menggelandang muda-mudi yang terjaring razia ke Mapolres Sintang.

Seluruh muda-mudi dites urine untuk mengetahui apakah ada yang terindikasi mengkonsumsi zat-zat terlarang seperti narkotika.

Dari hasil tes urine, semuanya dinyatakan negatif narkotika.

Personel Sabhara Sintang lantas lakukan pendataan identitas diri.

Beberapa pasangan muda-mudi yang terjaring razia Kepolisian Resor (Polres) Sintang di sejumlah hotel, home stay atau tempat penginapan, indekos, lanting dan cafe-cafe, Minggu (17/9/2017) dinihari.
Beberapa pasangan muda-mudi yang terjaring razia Kepolisian Resor (Polres) Sintang di sejumlah hotel, home stay atau tempat penginapan, indekos, lanting dan cafe-cafe, Minggu (17/9/2017) dinihari. (tribunpontianak)

Dari 17 muda-mudi, hanya 7 orang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sedangkan, 10 orang lainnya tidak bisa menunjukkan bukti identitas diri.

Mereka semua mendapat pengarahan dan pembinaan dari Sabhara Polres Sintang.

Sebagai bentuk komitmen tertulis, 17 muda-mudi diminta menandatangani surat pernyataan tidak melakukan perbuatan sama di kemudian hari.

Kasat Sabhara Polres Sintang Iptu M Rasyid, menerangkan razia tindak pidana ringan (tipiring) digelar guna menekan timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Sintang.

"Terutama terhadap penyakit masyarakat atau pekat," ungkapnya saat diwawancarai usai giat razia.

Kasat menambahkan selain razia tipiring, pihaknya juga menyasar kejahatan jalanan, perjudian, minuman keras (miras), aksi permanisme dan terorisme.

Berbagai penginapan berupa hotel, home stay, lanting serta cafe-cafe memang jadi target penyisiran.

Pasalnya, lokasi-lokasi ini lazimnya disalahgunakan untuk lakukan praktik-praktik melanggar norma dan hukum.

"Razia ini akan digelar rutin. Ini untuk mewujudkan kondisi kamtibmas yang kondusif dan tenteram di wilayah hukum Polres Sintang," tandasnya. (tribunpontianak)

Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help