TribunJogja/

Tiga Perempuan Ini Ngobrol Asyik Sambil Jualan Bunga

Ketiganya merasakan betapa bisnis bunga untuk keperluan nyekar sudah tidak seramai tahun 1985-an.

Tiga Perempuan Ini Ngobrol Asyik Sambil Jualan Bunga
Tribunjogja.com/Sulistiono
Pedagang sedang menjajakan bunga untuk keperluan nyekar di Pasar Kranggan Yogyakarta, Kamis (14/9/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sulistiono

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -Tiga perempuan pedagang bunga bersendau gurau sembari menunggu dagangannya di Pasar Kranggan Yogyakarta.

Pagi ini, Kamis (14/9/2017), ketiganya berharap mendapat banyak pembeli.

Maklum, sejak gempa 2006, omzet pedagang bunga untuk keperluan nyekar itu selalu menurun.

Bunga melati yang dulu bisa habis 15 kilogram sehari, sekarang rata-rata hanya tujuh kilogram per hari sudah sangat bagus.

Tiga perempuan pedagang bunga ini adalah Sumirat (52), warga Sumberdadi, Mlati, Sleman, Indah (42) warga Jalan Panembahan Senopati, dan Mariyati (42) warga Pandak, Bantul.

Ketiganya merasakan betapa bisnis bunga untuk keperluan nyekar sudah tidak seramai tahun 1985-an.

“Pembeli bunga ramai saat tertentu saja, semisal menyelang puasa atau saat musim mudik Lebaran. Biasanya mereka yang merantau pulang dan nyekar ke makam leluhurnya. Kalau hari biasa tak begitu ramai,” kata Sumirat.

Pembelian bunga di Pasar Kranggan ini tak dibatasi.

Rata-rata pembelian paling rendah Rp5.000 tetap dilayani.

Kalau mau membeli paket satu kemasan Rp300 ribu juga akan disambut senang para pedagangnya.

“Berapa pun konsumen beli kita layani,” katanya.

Mariyati, menambahkan, pedagang selalu mendapat pasokan bunga. Ada mawar merah, mawar putih, melati, kenangan, kantil putih, dan kantil kuning.

“Setiap hari bunganya selalu baru,” ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ino
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help