TribunJogja/

RSA UGM Mulai Memilih Penyakit yang Banyak Diderita di Masa Depan

Sehingga sudah tepat bila pelayanan ICCU dikembangkan mengingat penyakit jantung merupakan pembunuh nomor 1 di dunia.

RSA UGM Mulai Memilih Penyakit yang Banyak Diderita di Masa Depan
Humas RSA UGM
RSA UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM, Prof Dr Ir Djagal Wiseso Marseno MAgr mengapresiasi pengembangan yang dilakukan RSA UGM.

"Selama 5 tahun terakhir sudah banyak pengembangan baik fisik maupun nonfisik," ungkapnya ketika memberikan sambutan dalam peresmian gedung baru RSA UGM, di RSA UGM lantai 4, Kamis (14/9/2017).

Djagal menjelaskan, bahwa sebuah Universitas diukur melalui berbagai macam segi.

Salah satunya adalah melalui infrastruktur pendidikan dan pelayanannya.

"Untuk RSA, dua fungsi itu melekat dan harus dikembangkan bersama-sama. Organisasi rumah sakit ini tiap tahun diperkuat dengan unit baru, baik pelayanan maupun pendidikan. SDM sedikit demi sedikit dirintis untuk lebih banyak lagi," urainya.

Djagal menuturkan, sebuah instansi dinilai bagus bila pengukuran instansi yang bagus meliputi organisasi yang sehat, profesionalisme yangg tinggi didukung para pakar, menjalin networking, dan internasionalisasi.

"Kalau memungkinkan bekerjasama dengan rumah sakit yang ada di luar negeri agar bisa meningkatkan pelayanan di RSA UGM," pesannya.

Terkait pengembangan layanan ICCU, Djagal mengatakan bahwa RSA UGM mulai memilih penyakit yang akan banyak diderita pasien di masa depan.

Sehingga sudah tepat bila pelayanan ICCU dikembangkan mengingat penyakit jantung merupakan pembunuh nomor 1 di dunia.

"Saya menemukan ada terapi DSA di RS Gatot Subroto Jakarta yanh jadi primadona. Perawatan intens dilakukan 6 bulan sampai 1 tahun. Bisa kita studi banding ke sana untuk dokter-dokter RSA, lalu kita lengkapi (SDM dan fasilitas) di sini," tegasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help