TribunJogja/

Peminat Bejibun, Semua Penasaran Kisah Roro Mendut dan Ratu Malang

Kegiatan jalan-jalan ala komunitas Kerabat Keliling Jogja (KKJ) yang dinamai Dark Tourism, Sabtu (16/9/2017) siang ini dibanjiri peminat.

Peminat Bejibun, Semua Penasaran Kisah Roro Mendut dan Ratu Malang
TRIBUNJOGJA.com | SETYA KRISNA SUMARGO
Kondisi situs Roro Mendut yang berada di antara semak belukar. Insert : Foto ilustrasi dalam buku berjudul Rara Mendut 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kegiatan jalan-jalan ala komunitas Kerabat Keliling Jogja (KKJ) yang dinamai Dark Tourism, Sabtu (16/9/2017) siang ini dibanjiri peminat.

Sayang, slot peserta dibatasi hanya 21 orang di edisi perdana tur wisata sejarah yang akan mengunjungi tiga situs sejarah ini.

Tribun Jogja akan melakukan LIVE REPORT kegiatan blusukan makam dan situs wingit ini lewat akun Facebook Tribun Jogja.

Dua spot situs sejarah dikenal punya aura angker dan seram, yaitu pertama, situs makam Roro Mendut-Pronocitro di Dusun Gandu, Berbah, Sleman.

Kedua komplek makam Ratu Malang di puncak Gunung Kelir, Plered, Bantul. Lokasi ini masih terjaga keasliannya sejak dibangun sekitar 360 tahun lalu.

Meski istilahnya Dark Tourism, jalan-jalan ke tempat bersejarah dan punya unsur mistis ini digelar siang hari, mulai pukul 13.00 hingga menjelang waktu Magrib.

"Begitu dibuka, yang daftar enam puluhan. Diseleksi acak akhirnya hanya 21 orang yang bisa ikut trip pertama Dark Tourism ini," kata Yulia Sujarwo, narahubung kegiatan ini.

Menurut Mada Karisma, pendiri komunitas yang pertama kali eksis karena mengelola akun Facebook Keliling Jogja, awalnya kegiatan akan diberi nama Wisata Mistis.

"Dua tahun lalu ide ini muncul. Namun mama itu ternyata sudah dipakai teman-teman komunitas di Kaskus, meski saya juga ikut jadi warga di sana," kata Mada yang juga dikenal dengan panggilan Mbah KJ ini.

"Tentu kegiatan kami ini berbeda dengan mereka, yang utamanya seperti memburu hantu. Kami tidak. Kami berusaha melakukan pengungkapan sejarah dengan cara mistis," jelasnya.

Kegiatan ini menurut Mada Karisma, awalnya karena ketertarikan pada sejarah. Di Facebbok awalnya juga bukan akun grup, tapi akun bernama Keliling Jogja. "Saya sendiri adminnya," aku Mada.

"Saya kemudian mengajak Mas Hari (Hari Kurniawan Hao Hao) yang kebetulan memiliki kemampuan retrocognisi (melihat rekaman alam kejadian masa lampau)," lanjut Mada yang alumni arkeologi UGM ini.

Mada mengajak Hari Kurniawan karena kesamaan minat pada sejarah, meski banyak teman lain memiliki kemampuan seperti Hari Kurniawan.

Begitu juga dengan Mbak Yulia (Sujarwo), peminat sejarah yang juga tertarik dengan khasanah retrocognisi.

"Kami memang sengaja mengaitkan sejarah dengan sedikit cerita mistis...sebab sejarah tanpa cerita mistis itu hanya akan bikin ngantuk...hahahahaha," canda Mada Karisma. (tribunjogja.com/xna)

Penulis: xna
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help