TribunJogja/
Home »

DIY

Lindungi Air Tanah, Lima Perusahaan Raih Penghargaan Dari UGM

Kriteria penilaian matrik perlindungan air tanah didasarkan pada usaha konservasi air tanah yang dilakukan oleh para perusahaan.

Lindungi Air Tanah, Lima Perusahaan Raih Penghargaan Dari UGM
istimewa
Sebanyak lima perusahaan dan Institusi di DIY dan Jawa Tengah menerima penghargaan dari Groundwater Working Group, (GWWG) Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, atas usaha mereka melakukan perlindungan kondisi air tanah. Kelima perusahaan dan institusi yang menerima penghargaan tersebut adalah Sidomuncul, Coca-Cola Amatil, Tirta Investama (Danone Aqua), RSUP Sardjito dan PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak lima perusahaan dan Institusi di DIY dan Jawa Tengah menerima penghargaan dari Groundwater Working Group (GWWG) Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada berkat usaha mereka melakukan perlindungan kondisi air tanah.

Kelima perusahaan dan institusi yang menerima penghargaan tersebut adalah Sidomuncul, Coca-Cola Amatil, Tirta Investama (Danone Aqua), RSUP Sardjito dan PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta.

Kepala Departemen Teknik Geologi, Heru Hendrayana mengatakan kelima perusahaan dan institusi tersebut sebelumnya diseleksi berdasarkan Matrik Penilaian Perlindungan Sumber Daya Air Tanah yang dikembangkan oleh tim GWWG UGM.

Tool yang kita kembangkan ini bisa menilai sejauh mana perusahaan melakukan upaya perlindungan sumber daya air tanah atau belum,” ujar Heru di sela-sela acara pemberian penghargaan yang berlangsung di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (13/9).

Selain itu, kata Heru, perusahaan dan institusi yang mendapat penghargaan sebelumnya sudah diaudit langsung oleh asesor yang terdiri beberapa pakar ahli tanah terkait terkait beberapa kriteria penilaian Mata Persada.

“Kita menilai kelima ini sudah layak dan lolos seleksi Mata Persada,” ujarnya.

Seorang anggota GWWG UGM, Wahyu Wilopo mengatakan kriteria penilaian matrik perlindungan air tanah didasarkan pada usaha konservasi air tanah yang dilakukan oleh para perusahaan.

Selanjutnya diukur kualitas dan kuantitas aiar yang digunakan serta uapaya perusahaan melakukan perlindungan sumber daya air tanah dengan baik.

“Setiap perusahaan tidak boleh secara sembarang  ambil (air tanah), harus tahu kedalamannya berapa, termasuk penilian lokasi air yang diambil apakah termasuk daerah resapan atau bukan, apakah mereka juga membuat embung atau upaya konservasi lainnya penanaman pohon,” katanya.

Meski sudah mendapat penghargaan, kelima peruhsaan ini menurut Wahyu akan terus dievaluasi dalam usaha mereka melindungi kondisi air tanah di sekitarnya.

Wahyu mengatakan matrik penilaian perlindungan air tanah atau Mata Persada ini akan terus dikembangkan bahkan akan diajukan sertifikasi tingkat nasional dan internasional sehingga bisa menjadi standar baku dalam penilaian penggunaan sumber daya air tanah. (*)

Penulis: gya
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help