TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

BP3K Pleret Lakukan Pengubinan Tanaman Jagung Pioner

Hasil tanam 1 kilogram benih jagung menghasilkan hasil panen rata-rata 6 kuintal jagung pipilan, dan hasil penjualannya Rp 1,5 juta.

BP3K Pleret Lakukan Pengubinan Tanaman Jagung Pioner
Dokumentasi UPSUSPAJALE Desa Wonokromo
BP3K Pleret saat menggelar pengubinan tanaman jagung jenis pioner, Senin (11/9).

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai upaya optimalisasi hasil tanaman jagung di Desa Wonokromo Pleret Bantul, khususnya di Dusun Brajan digelarlah pengubinan tanaman Jagung jenis Pioner 21, Pioner 27, dan Bisi oleh Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Pleret, Senin (11/9/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BP3K Kecamatan Pleret, Tri Purwoko, beserta Waston, dan Suwarno.

Sedangkan dari Pemerintah Desa Wonokromo dihadiri, M. Ikhsan selaku Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pj Dukuh Brajan, MH Ardiansyah.

Sedangkan dari kelompok tani Guyub Rukun Brajan dihadiri 15 orang yang dikoordinir oleh, Nur Wachidan selaku Ketua Poktan.

Menurut Kepala BP3K Kecamatan Pleret, Tri Purwoko, dari hasil ubinan tanaman jagung jenis P 21, P 27, dan Bisi ini termasuk baik karena target rata-rata menurut BP3K Kecamatan pleret per petak ubinan standarnya adalah 6 kilogram.

"Budidaya tanaman jagung merupakan salah satu kreatifitas petani untuk meningkatkan hasil pertanian untuk menuju orientasi Bisnis," katanya.

Dengan hasil ini diharapkan petani di wilayah Desa Wonokromo selalu optimis dan kreatif dalam melaksanakan pola tanam sesuai musim yang ada sehingga hasil panen yang diperoleh dapat maksimal dan mensejahterakan keluarga.

Selain itu, Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (UPSUSPAJALE) Desa Wonokromo musim ini dioptimalkan dalam tanaman jagung, potensi Wonokromo untuk keluasan tanaman jagung tertinggi se Kecamatan Pleret dengan total luas 7 hektar.

Pengurus Kelompok Tani Guyub Rukun Dusun Brajan, Nur Wachidan dan Budi Suprapto menerangkan, hasil tanam 1 kilogram benih jagung menghasilkan hasil panen rata-rata 6 kuintal jagung pipilan, dan hasil penjualannya Rp 1,5 juta. (*)

Penulis: sis
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help