TribunJogja/

Taman Kerajaan Nusantara di Kulonprogo Dinilai Layak Jadi Proyek Nasional

Taman Kerajaan Nusantara dikonsep untuk menyatukan aset kebendaan dan nilai kesejarahan dari tiap kerajaan yang dimiliki bangsa ini.

Taman Kerajaan Nusantara di Kulonprogo Dinilai Layak Jadi Proyek Nasional
Tribun Jogja/Septiandri Mandariana
ILUSTRASI: Puluhan peserta "Jelajah Peradaban Mataram Islam Abad 17-18 M" episode satu pada Sabtu (31/10) siang dengan mengunjungi beberapa tempat berdirinya kerajaan hingga masa Sultan Agung. Untuk tempat pertama para rombongan mengunjungi wilayah Kotagede. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Wacana pembangunan Taman Kerajaan Nusantara dinilai layak menjadi proyek nasional.

Hal itu dengan pertimbangan bahwa taman tersebut nantinya akan menyatukan aset budaya kerajaan dari seluruh negeri.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluyo mengatakan, Taman Kerajaan Nusantara dikonsep untuk menyatukan aset kebendaan dan nilai kesejarahan dari tiap kerajaan yang dimiliki bangsa ini.

Di dalamnya mencakup aspek sistem pemerintahan, adat tradisi, sifat kejuangan dan kepahlawanan, serta sosial kemasyarakatan.

Serupa Taman Mini Indonesia Indah (TMII) namun lebih spesifik menampilkan ragam kebudayaan warisan kerajaan nusantara.

Hal ini menurutnya perlu usaha tidak enteng mengingat harus ada dukungan berbagai pihak, terutama dari ahli waris kerajaan, support kementerian dan pemerintah daerah terkait, serta dukungan masyarakat.

"Bisa jadi proyek nasional, seperti TMII. Ini bukan hanya urusan Dinas Kebudayaan melainkan ada unsur kompleksitas di dalamnya. Termasuk, menyangkut kepariwisataan. Kita harus dapat dukungan dulu dari berbagai pihak," kata Untung, Rabu (13/9/2017).

Pihaknya bersama Bupati Kulonprogo pada pekan lalu telah mempresentasikan ide gagasan wacana pembangunan Taman Kerajaan Nusantara di depan Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Pihak kementerian merepon positif dan memberi dukungan terhadap gagasan tersebut.

Pemkab Kulonprogo juga disarankan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk pengelolaannya serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyangkut pengerjaan pembangunan taman tersebut yang ditaksir butuh dana tak sedikit.

Untung mengambil contoh, jika ada 25 kerajaan yang bersedia bergabung dalam taman itu, pembuatan satu anjungan kerajaan paling tidak membutuhkan dana miliaran rupiah.

Secara total nilai dana yang dibutuhkan, tentunya sangat besar dan mustahil hanya diampu oleh satu pemerintah daerah saja.

Ada pula gagasan bahwa tiap anjungan dibuat oleh masing-masing pemerintah daerah asal kerajaan tersebut.

"Prinsip kami, taman itu mau dibangun siapapun silakan, asalkan lokasinya tetap di Kulonprogo. Karena nantinya taman ini menjadi bagian dari pengembangan pariwisata di Kulonprogo berkaitan dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan pengembangan bandara internasional. Kita akan bertemu dengan Kemenpar dalam waktu dekat untuk menyampaikan gagasan lebih lanjut," kata Untung.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help