TribunJogja/
Home »

Jawa

Setelah Ditolak di Kota, Ojek Online Juga Ditolak di Kabupaten Magelang

Sikap itu, dinilai sudah sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Setelah Ditolak di Kota, Ojek Online Juga Ditolak di Kabupaten Magelang
tribunjogja.com/azka ramadhan
Anggota Satpol PP tengah memasang spanduk larangan beroperasi di depan Kantor Gojek, Jalan Kolonel Sugiono, Magelang Tengah, Kota Magelang, Senin (4/9/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Setelah beberapa waktu lalu mendapat penolakan di Kota Magelang, ojek berbasis online kembali mengalami hal serupa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang.

Sikap itu, dinilai sudah sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magelang, Djoko Cahyono, mengatakan bahwa beberapa waktu lalu Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyampaikan unek-uneknya kepada Bupati Magelang, Zaenal Arifin, terkait mulai beroperasinya sejumlah armada ojek online di wilayah setempat.

"Ya, kemarin Organda menyampaikan langsung ke Pak Bupati, terkait penolakan ojek online. Jawabannya, kita sesuai ketentuan dari Kementerian Perhubungan," ujarnya, Rabu (13/9/2017).

Djoko menuturkan, sesuai ketentuan dari Kemenhub, pihaknya pun tidak akan memberikan izin operasional ojek online, sebelum ada aturan atau regulasi resmi yang dikeluarkan.

"Boleh tidaknya ojek online di sini, menunggu dari kementerian. Selama belum ada (aturan), kita menolak ojek online," ungkapnya.

Walau begitu, ia tidak memungkiri, kalau sejauh ini sudah banyak ojek online, yang beroperasi di Kabupaten Magelang, meski belum memiliki izin operasional.

Bahkan, beberapa titik tampak menjadi lokasi pangkalan bagi sejumlah awak ojek online.

"Iya, ada banyak, walaupun belum mengantongi izin operasional," katanya.

Halaman
12
Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help