TribunJogja/

Sejumlah Pertanyaan soal Kejanggalan dari Fakta Pembunuhan 2 Mayat Dibungkus Seprai

Anehnya kondisi rumah korban dari depan pintu terkunci dan dalam keadaan kosong.

Sejumlah Pertanyaan soal Kejanggalan dari Fakta Pembunuhan 2 Mayat Dibungkus Seprai
facebook
2 mayat ditemukan di sungai. 

TRIBUNJOGJA.COM - Fakta dalam kasus pembunuhan pasutri warga Tanah Abang dan mayatnya ditemukan di Purbalingga ini, akankah ungkap identitas si pembunuh?

Pasangan suami istri Husni Zarkasih (57) dan istrinya Zahiya Masrur (54) yang merupakan warga Jalan Pengairan No 21 RT 011/06, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat ditemukan tewas mengenaskan, Minggu (10/11/2017).

Seperti dikutip dari WartaKota, Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim menjelaskan, mayat pasutri tersebut ditemukan di Sungai Klawing, Dusun Penisihan, RT 001/01 Desa Palumbungan, Bobotsari Purbalingga.

"Kepolisian Purbalingga menemukan dua mayat, hari ini (Senin-Red) jam 06.00. Setelah dicek, ternyata ditemukan identitas bahwa mayat tersebut merupakan warga Bendungan Hilir," ujar Mustakim, Senin (11/9/2017) malam pada Warta Kota.

Seperti diberitakan Warta Kota, muncul dugaan sementara kalau pasutri tersebut merupakan korban perampokan.

Polisi yang mendapat informasi itu kemudian bergerak cepat, setelah melakukan kroscek dan menanyai sejumlah warga dipastikan kalau dua mayat yang ditemukan di Purbalingga merupakan warga Benhil Jakpus.

Senin pagi polisi ke rumah korban.

Anehnya kondisi rumah korban dari depan pintu terkunci dan dalam keadaan kosong.

Hasil pengecekan, ditengarai korban dianiaya di rumahnya.

Buka Paksa Pintu

Reporter Warta Kota yang menelusuri di sekitar kediaman korban menemukan beberapa fakta.

Satu di antaranya, polisi terpaksa harus meminta izin Gilang (putra korban) untuk membuka paksa rumah korban, pada pukul 13.00 WIB, Senin (11/9/2017) siang kemarin.

Ini artinya pelaku pembunuhan ditengarai yang mengunci pintu dari luar.

Hal ini seperti disampaikan oleh seorang satpam di sekitar area rumah korban Novi Feriawan (37).

Menurutnya rumah korban dikunci dari luar, sementara pembantu rumah tak memiliki kunci rumah dari dalam, setelah meminta izin Gilang polisi akhirnya bisa membuka paksa rumah.

Akhirnya didapati di dalam rumah bercak darah bekas penganiayaan.

"Sudah dibuka, ada banyak bercak darah di dinding. Yang paling banyak itu di kamar mandi. Kata anaknya brankas sudah terbuka, isinya mungkin emas sama surat-surat," ujar Novi Feriawan.

Bagaimana cara perampok dengan mudah masuk ke dalam rumah tanpa ada tanda-tanda pintu dirusak dari luar?

Pada peristiwa tersebut tak ada tanda-tanda buka paksa dari luar, bahkan pintu dalam kondisi terkunci harus dibuka paksa oleh polisi.

Muncul dua pertanyaan tambahan, apakah pembunuh dan perampok merupakan orang yang dikenal dekat dengan korban hingga korban memperbolehkan masuk ke dalam rumah?

Ataukah si pembunuh memang perampok yang pura-pura bertamu kemudian dipersilakan masuk oleh korban lalu terjadilah aksi memilukan tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan ini tentu menjadi PR bagi pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas kasus pembunuhan ini.

Mulai dari
1.
Halaman
Editor: oda
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help