TribunJogja/

Ratusan Wisatawan Pedofil Dilarang Masuk Indonesia

Pada tahun 2017 ini, pemerintah Indonesia menolak sekitar 300 visa wisatawan karena dari negaranya diindikasikan sebagai pedofilia.

Ratusan Wisatawan Pedofil Dilarang Masuk Indonesia
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Peserta tengah membuat bagan alir pencegahan kasus seksual terhadap anak, Rabu (13/9), dalam acara pelatihan pencegahan pelecehan seksual anak di tempat wisata di Pantai Kukup, Gunungkidul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Fenomena merebaknya kasus pedofilia mendorong beberapa kalangan bereaksi keras.

Koordinator End Prostitution, Child Pornography and Trafficking Of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia, Ahmad Sofyan mengatakan, berdasarkan data yang dikumpulkannya, kasus pedofil di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Upaya pencegahan memang pun dilakukan.

Ahmad mengatakan, pada tahun 2017 ini, pemerintah Indonesia menolak sekitar 300 visa wisatawan karena dari negaranya diindikasikan sebagai pedofilia.

"Tahun ini imigrasi menolak sebanyak 300 orang masuk. Mereka dari negaranya diketahui terlibat kasus pelecehan seksual terhadap anak," ujar Ahmad, Rabu (13/9), dalam acara pelatihan pencegahan pelecehan seksual anak di tempat wisata di Pantai Kukup, Gunungkidul.

Namun jumlah tersebut bisa lebih banyak yang lolos.

Ia mengatakan seperti fenomena gunung es, yang menjelaskan pelaku pedofil yang ada bisa mencapai 30 kali lipat.

"Itu yang diketahui, tetapi jika menggunakan teori gunung es bisa 30 kali lipat dari jumlah itu 300. Hal ini tentunya berbahaya,"tuturnya.

Upaya pencegahan tak hanya dilakukan oleh pemerintah.

Di masyarakat yang aktif sebagai pelaku wisata perlu dilakukan pembekalan dan pelatihan menanganinya sehingga tak terjadi lagi kasus kekerasan dan pelecehan seksual. (*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help