TribunJogja/

PSCS Cilacap Merasa Terzalimi Tak Masuk 16 Besar

Dukungan suporter dan masyarakat Cilacap menjadi energi yang menunjang performa PSCS.

PSCS Cilacap Merasa Terzalimi Tak Masuk 16 Besar
internet
PSS Sleman harus mengakui keunggulan PSCS CIlacap, Rabu (13/9) 

TRIBUNJOGJA.COM - Berhasil memenangkan laga pamungkas menjadi kelegaan tersendiri bagi anak-anak asuh Jaya Hartono.

Mantan pelatih Persik Kediri ini pun mengungkapkan rasa syukurnya.

"Kami bersyukur, ini kemenangan fantastik bagi kami," ujarnya usai laga, Rabu (13/9/2017) petang.

Jaya memaparkan, kemenangan tersebut merupakan hasil latihan keras selama jeda laga yang cukup lama.

Dirinya juga mengapresiasi para pemainnya yang sudah berjuang keras untuk meraih poin.

"Persiapan kami cukup bagus, kondisi tim kami juga bagus," tuturnya.

Selain itu dukungan suporter dan masyarakat Cilacap menjadi energi yang menunjang performa PSCS.

"Karena dukungan suporter dan masyarakat kami bisa tampil all out dan memberikan yang terbaik," kata Jaya.

"Perkara lolos tidaknya ke 16 besar bukan wewenang kami. Kami hanya berusaha yang terbaik di akhir pertandingan grup,” lanjutnya.

Kendati memenangkan laga, Jaya merasa timnya telah dizalimi dengan keputusan kontroversial yang membuat Persibat menyalip di tikungan terakhir.

Persibat Batang mendapat WO saat partai melawan Persijap Jepara membuat PSCS harus tergusur dari peringkat dua, batas untuk peroleh tiket 16 besar.

“Pertandingan antara Jepara tapi dampaknya ke kami. Mohon kebijaksanaan pengurus PSSI. Seharusnya berpegang pada regulasi," tegasnya.

"Regulasi dibuat untuk dijalankan. Jangan keluar dari regulasi. Kami sudah berjuang maksimal tapi kami merasa dizalimi,” pungkasnya.(*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help