TribunJogja/
Home »

Jawa

Petani Dituntut Menjaga Kualitas Daun Tembakau yang Dipanennya

Pabrik hanya akan membayar mahal untuk tembakau dengan kualitas yang baik, aroma hingga kadar gula alami tembakau.

Petani Dituntut Menjaga Kualitas Daun Tembakau yang Dipanennya
TRIBUNJOGJA.COM/ANGGA PURNAMA
Petani di Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo menjemur daun tembakau yang sudah dirajang, Rabu (13/9/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada musim panen tembakau tahun ini, pabrik memberikan harga yang tinggi.

Untuk petik daun kedua yang memiliki kualitas grade B bahkan sudah menembus harga Rp 40.000 per kilogram.

Kendati demikian petani tembakau di Kabupaten Klaten, khususnya tembakau rajangan, dituntut menjaga kualitas daun tembakau yang dipanennya.

Jumiyo, seorang petani tembakau di Desa Solodiran, Manisrenggo mengatakan untuk menjaga kualitas tersebut, ia harus menyortir daun tembakau yang sudah dipanen sebelum diambil oleh pabrik.

"Sortir dilakukan hingga beberapa kali, mulai dari panen, pematangan, perajangan, hingga penjemuran," katanya.

Menurutnya pabrik hanya akan membayar mahal untuk tembakau dengan kualitas yang baik, aroma hingga kadar gula alami tembakau.

Pasalnya hal ini dapat mempengaruhi kualitas rokok yang dihasilkan.

"Untuk setiap kualitas harganya berbeda-beda, jadi tidak bisa dicampur. Ini karena setiap lembar tembakau punya kualitas masing-masing," ungkapnya.

Pria 63 tahun ini mengajak semua petani tembakau untuk tetap menjaga kualitas tembakau yang dipanen.

Ia juga meminta agar petani tidak mencampur tembakau kualitas baik dengan kualitas yang jelek demi keuntungan pribadi.

"Karena jika seperti itu, yang kena imbasnya semuanya. Padahal petani membutuhkan pabrik untuk membeli panen, sementara pabrik membutuhkan tembakau yang berkualitas. Jadi harus saling menjaga dan menguntungkan,' ujarnya. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help