TribunJogja/

Pelaku Wisata Gunungkidul Dibekali Pencegahan Kekerasan Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Selama ini pelaku wisata belum memahami bahaya pedofilia yang datang menyaru menjadi wisatawan.

Pelaku Wisata Gunungkidul Dibekali Pencegahan Kekerasan Pelecehan Seksual Terhadap Anak
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Peserta tengah membuat bagan alir pencegahan kasus seksual terhadap anak, Rabu (13/9), dalam acara pelatihan pencegahan pelecehan seksual anak di tempat wisata di Pantai Kukup, Gunungkidul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak marak terjadi di tempat wisata.

Pelaku kekerasan dan pelecehan seksual menyasar anak-anak dan melakukan aksinya di tempat wisata.

Untuk mencegah terjadinya kasus tersebut, pelaku wisata yang ada di Gunungkidul pun dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di obyek wisata.

"Kami bekali para pelaku wisata, dari pengelola hotel, restoran semua yang ada di tempat wisata, agar dapat mencegah pelecehan seksual terhadap anak-anak di tempat wisata, mulai dari ciri-ciri pelaku, penanganannya," ujar Ahmad Sofyan koordinator End Prostitution, Child Pornography and Trafficking Of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia, Rabu (13/9).

Ahmad mengatakan, selama ini pelaku wisata belum memahami bahaya pedofilia yang datang menyaru menjadi wisatawan.

Kebanyakan mereka berbaur dengan warga sekitar sebagai wisatawan.

Ia menjelaskan bahwa pedofilia adalah gangguan seksual yang berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun, tidak hanya dengan hubungan seks namun juga membelai, hingga mengambil foto korban.

"Pedofilia ini adalah kelainan seksual yang harus kita tanggulangi. Mereka menyasar anak-anak sebagai pelampiasan nafsu mereka, para pelaku ini juga mencuci otak anak-anak untuk menyimpang. Ini harus dipahami," ujarnya.

Ahmad mengatakan, pelaku wisata di Gunungkidul pun dikumpulkan.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help