TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Mahasiswi di Sleman Gugurkan Kandungan

Pelaku Sempat Menelpon Seseorang Usai Melahirkan Anaknya

Pelaku sudah dicurigai sebelumnya oleh teman-teman dan penjaga indekos perihal kehamilan yang dialaminya.

Pelaku Sempat Menelpon Seseorang Usai Melahirkan Anaknya
TRIBUNJOGJA.COM/SANTO ARI
Pelaku pembuangan bayi ketika dihadirkan ke media di Polres Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaku pengguguran kandungan bernama Ismi (18), warga Pati, Jawa Tengah ternyata sempat menelepon seseorang sebelum mengakui perbuatannya terkait menggugurkan kandungannya sendiri.

Ngatinem (35), warga setempat mengatakan, ia diceritai seseorang yang berada di lokasi kejadian mengenai kronologi pengungkapan pengguguran kandungan tersebut.

Dari penuturan orang tersebut kepadanya, ia mengungkapkan, bahwa pelaku sudah dicurigai sebelumnya oleh teman-teman dan penjaga indekos perihal kehamilan yang dialaminya.

Lanjutnya, para penghuni indekos lainnya juga sempat mengetuk pintu karena mendengar suara tangisan bayi dari kamar Ismi.

Dikatakannya pula usai mendengar suara tangisan tersebut Ismi sempat ke luar indekos untuk memasukkan pakaian ke laundry di sekitaran kosnya.

"Sudah dicurigai sebelumnya kalau dia hamil, temannya sudah pada curiga itu. Saat kejadian terdengar suara mengejan dan ada tetangga kos mengetuk pintu sembari tanya keadaannya. Dijawabnya baik-baik saja, beberapa saat kemudian dia (Ismi) keluar untuk me-laundry pakaian," jelasnya, Rabu (13/9/2017).

Sambung Ngatinem, usai Ismi kembali dari laundry ia masuk ke kamarnya.

Di saat itu beberapa penghuni kos mendengar percakapan Ismi dengan seseorang melalui sambungan telepon perihal kehamilannya.

Para penghuni kos memanggil penjaga kos, dan akhirnya mencongkel pintu kamar kos Ismi karena tidak ada jawaban darinya.

"Anak-anak penghuni kos lain dengar kalau Ismi tengah menelepon seseorang dan membahas perihal ia sudah melahirkan. Kurang lebih percakapannya seperti ini, 'Aku habis lahiran, bayinya meninggal'. Karena ditanyai tidak menjawab, penjaga kos nyongkel kamarnya, dan ada darah di kamarnya, saat ditanya ia mengaku kalau habis lahiran," ungkapnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help