TribunJogja/
Home »

Jawa

Meski Jumlah Tanaman Tembakau Turun, Kualitas Panen Tahun Ini Meningkat Drastis

Kondisi harga tembakau saat ini mencapai Rp 40.000 per kilogram, sementara beberapa tahun lalu harganya hanya Rp 25.000 per kilogram di grade B.

Meski Jumlah Tanaman Tembakau Turun, Kualitas Panen Tahun Ini Meningkat Drastis
TRIBUNJOGJA.COM/ANGGA PURNAMA
Petani di Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo menjemur daun tembakau yang sudah dirajang, Rabu (13/9/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM - Jumlah tanaman tembakau tahun ini tidak sebanyak beberapa tahun sebelumnya.

Meski demikian, kondisi ini justru menjadi berkah bagi petani tembakau, khususnya di wilayah Manisrenggo dan Prambanan.

Dengan kondisi sedikitnya tanaman tembakau yang ditanam, harga panen tembakau meningkat drastis.

Selain itu, kondisi cuaca kemarau dengan hari tanpa hujan yang panjang, membuat kualitas panen tembakau sangat baik tahun ini.

Pasalnya meski baru petikan kedua, panen tembakau sudah masuk dalam grade B.

Kondisi harga tembakau grade B saat ini mencapai Rp 40.000 per kilogram, sementara beberapa tahun lalu harganya hanya Rp 25.000 per kilogram di grade yang sama.

"Jumlah petaninya menurun karena trauma beberapa musim tanam tembakau tapi gagal panen. Sehingga jumlah panen menyusut," kata Jumiyo, petani asal Dukuh Mayungan, Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo pada Rabu (13/9).

Menurutnya kualitas panen tembakau ditentukan oleh pabrik.

Kendati demikian, petani dituntut untuk menjaga kualitas panen.

"Namun dengan kondisi musim seperti ini, diprediksi kualitas akan semakin baik. Jika kondisi iklim baik dan cuaca mendukung (tanpa hujan), kualitas panen bisa sampai grade F," ungkapnya.

Kondisi tersebut sangat diharapkan lantaran setiap peningkatan grade berarti peningkatan harga jual panen tembakau. "Kalau bagus, bisa sampai Rp 200 ribu per kilogram," ujarnya. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help