TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Masyarakat Harus Diedukasi untuk Beralih ke Gas Non-subsidi

Perlu kerjasama yang baik antara satgas pemantauan, sehingga pemetaan di lapangan lebih jelas.

Masyarakat Harus Diedukasi untuk Beralih ke Gas Non-subsidi
TRIBUNJOGJA.COM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram sempat melanda wilayah DIY.

Terhadap kejadian ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani menjelaskan tidak ada pengurangan kuota gas melon 3 kilogram.

Hanya saja ketika tersedia, gas tersebut langsung habis.

Terlebih di hari-hari besar maupun libur panjang banyak pengusaha katering menggunakan gas melon, sehingga kebutuhan akan gas melon meningkat drastis.

"Dilema ini kan gas bersubsidi dan untuk kalangan tidak mampu tapi tata niaga belum ketat seperti pupuk," jelasnya.

Lanjutnya, seharusnya ada kebijakan di pemerintah pusat belum matang.

Terlebih untuk gas subsidi aturannya pun harus lebih diperjelas.

"Menunggu aturan dari pemerintah pusat yang pas seperti apa. Seperti metode tata niaga pupuk. Lalu kemampuan masyarakat sebetulnya sudah mampu beranjak ke non subsiadi hanya saja yang cadangan 12 kg dan 5 kg tidak dimanfaatkan," bebernya.

Diperlukan pula edukasi kepada masyarakat untuk beralih ke gas non subsidi.

Namun hal tersebut perlu kerjasama yang baik antara satgas pemantauan, sehingga pemetaan di lapangan lebih jelas.

"Jika suatu ketika langka segera diketahui masalahnya apa. Hasil dari satgas, kami sampaikan ke Pertamina kita tidak bisa memberi punishment," jelasnya.

Menurutnya, alternatif memperbanyak pangkalan ternyata tidak menjadi solusi.

"Dari 2015 sudah ada sekitar 1300 sekarang 1600 sekian tidak mengatasi kelangkaaan karena kebutuhan masyarakat diatasi penambahan kuota ternyata tidak cukup juga," pungkasnya. (*)

Penulis: app
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help