TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Mahasiswi di Sleman Gugurkan Kandungan

Mahasiswi di Sleman Tega Gugurkan Kandungan, Begini Modusnya Simpan Sang Bayi di Lemari

Sang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Yogya ini juga menyimpan bayinya itu di dalam lemari.

Mahasiswi di Sleman Tega Gugurkan Kandungan, Begini Modusnya Simpan Sang Bayi di Lemari
TRIBUNJOGJA.COM/SANTO ARI
Pelaku pembuangan bayi ketika dihadirkan ke media di Polres Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satuan Reskrim Polres Sleman mengamankan seorang mahasiswi yang tega menggugurkan kandungannya.

Bahkan, sang mahasiswi salah satu perguruan tinggi  swasta di Yogya ini juga menyimpan bayinya itu di dalam lemari.

Akibatnya, bayi berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan pelaku bernama Ismi (18) warga Pati, itu meninggal.

Baca: Keji! Mahasiswi di Sleman Gugurkan Kandungan, Bayinya Disimpan di Lemari

Wakapolres Sleman, Kompol Heru, Muslimin mengatakan bayi tersebut berumur 7 bulan di kandungan sebelum si ibu melahirkannya secara paksa.

Heru mengatakan bahwa saat dilahirkan, kondisi bayi masih dalam keadaan hidup.

"Saat dilahirkan kondisi bayi masih hidup. Agar suara tangisan itu tidak didengar tetangga kos, ia masukan ke dalam lemari. Dibiarkan begitu saja, akhirnya meninggal," terangnya, Rabu (13/9/2017).

Pelaku pembuangan bayi ketika dihadirkan ke media di Polres Sleman
Pelaku pembuangan bayi ketika dihadirkan ke media di Polres Sleman (TRIBUNJOGJA.COM/SANTO ARI)

Saat diinterogasi, pelaku mengaku bayi malang tersebut merupakan hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria yang berdomisili di Jawa Timur.

Hubungan layaknya suami istri dilakukan mereka tujuh bulan lalu di Kediri.

Baca: Mahasiswi di Sleman Tega Gugurkan Kandungan, Ternyata Inilah Alasannya

Dijelakan pula, Ismi menggugurkan kandungannya di dalam kamar kos miliknya.

Bayi berjenis kelamin perempuan yang berumur tujuh bulan dipaksa lahir dengan cara si ibu meminum obat penggugur kandungan.

"Ia merasa malu dan berinisiatif menggugurkan kandugan dengan mengonsumsi obat yang memacu agar janin bisa keluar. Obat itu dibeli secara online seharga Rp2,6 juta," ungkap wakapolres Sleman. (*)

Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help