TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Gara-gara Ini Pisau Bantul Mampu Menancap di Eropa

Pisau-pisau yang kebanyakan hanya berbentuk pipih dan tak bercorak, di tangannya pisau-pisau ini diubah menjadi pisau bernilai seni tinggi.

Gara-gara Ini Pisau Bantul Mampu Menancap di Eropa
TRIBUNJOGJA.COM/HENING WASISTO
Darmo Sudiman (45) saat menunjukkan produk kerajinannnya, pisau batik di tempat tinggalnya, Krengsen RT 3 Bangunjiwo Kasihan Bantul, Selasa (13/9/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hening Wasisto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Mungkin hanya Darmo Sudiman, membatik yang kebanyakan dituangkan dalam bentangan kain tidak dilakukan warga Bangunjiwo Kasihan Bantul ini.

Baginya membatik di media tersebut sudah terlalu biasa, untuk itu pria empat puluh lima tahun ini mencoba menuangkan batik di media lain, yakni di bentangan bilah pisau.

Hasilnya, pisau-pisau yang kebanyakan hanya berbentuk pipih dan tak bercorak, di tangan dia pisau-pisau ini diubah menjadi pisau bernilai seni tinggi.

Dari mulai gagang hingga logamnya, pisau-pisau ini dibaluri dengan berbagai macam motif batik.

Diman menyebut lebih dari 200 motif dan corak batik yang sering dia pakai, seperti misalnya Parang Gondosuli, Parang baris, Parang Centhong, Parang Curiga, hingga Parang Pancing.

Baca: Ngeri! Gunakan Pisau, Kakek Ini Bersihkan Mata Pasien. Lihat Videonya

Tanpa meninggalkan fungsi asli sebuah pisau, pisau-pisau ini nyatanya juga tajam mengiris, menyayat hingga memotong.

Bahkan saking tajamnya, pisau-pisau ini sudah menancapkan kukunya hingga ke sejumlah negara, yakni Malaysia dan Perancis.

Meski diperbantu 9 karyawan, Darmo mengaku masih kewalahan menuruti permintaan pasaran luar negeri, khususnya Malaysia.

Halaman
123
Penulis: sis
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help