TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

DPRD Bantul Rekomendasikan Operasi Pasar Gas Elpiji

Beberapa wilayah di Bantul mengalami kesulitan untuk mendapat gas yang sering disebut gas melon ini, kalaupun ada harganya pun sudah mahal.

DPRD Bantul Rekomendasikan Operasi Pasar Gas Elpiji
tribunjogja/azkaramadhan
ILUSTRASI: Aktivitas salah satu agen gas elpiji 3 kilogram di Kota Magelang, PT Fatima Utama, pada Jumat (27/5/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Bupati Bantul diminta tegas dan bertindak tegas atas kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Pasalnya, beberapa wilayah di Bantul mengalami kesulitan untuk mendapat gas yang sering disebut gas melon ini, kalaupun ada harganya pun sudah mahal.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bantul, Setiya menjelaskan, pemerintah kabupaten harus segera merespon keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapat gas tersebut.

Langkahnya bisa dimulai dengan analisa masalah.

"Menemukan sumber masalahnya ada di mana. Mengapa di pasaran sulit ditemukan dan harganya melangit di kisaran Rp 25 hingga 28 ribu per tabung," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, Rabu (13/9/2017).

Dia menjelaskan, setelah ditemukan masalahnya, pihaknya meminta Bupati segera bertindak cepat dan tegas.

Jangan menunda waktu dan jangan memandang bulu bila ternyata ada dugaan tindak pidana seperti penimbunan.

"Libatkan Kepolisian agar masyarakat terlindungi," paparnya.

Setya menambahkan, bicara gas melon sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Semestinya, negara hadi karena warga sudah tidak bisa memasak lagi, kalau gasnya langka.

Selain itu, keberpihakan kepada rakyat miskin kembali diuji.

Jangan sampai yang diuntungkan kelompok tertentu dan rakyat menjadi tambah susah.

"Kami merekomendasikan pemda mengadakan operasi pasar di semua kecamatan. Karena, keluhannya sudah merata se-Bantul," ulasnya. (Tribunjogja.com)

Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help