TribunJogja/

17 Seniman Indonesia Bakal Terlibat dalam 7th Beijing International Art Biennale (BIAB) 2017

Tujuh belas seniman Indonesia terpilih bakal mengikuti salah satu agenda pameran seni rupa ternama ini.

17 Seniman Indonesia Bakal Terlibat dalam 7th Beijing International Art Biennale (BIAB) 2017
TRIBUNJOGJA.COM/YUDHA KRISTIAWAN
Persiapan keberangkatan para seniman Indonesia yang akan berangkat mengikuti pameran 7th Beijing International Art Biennale 2017 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - 7th Beijing International Art Biennale (BIAB) 2017 bakal digelar mulai 24 September hingga 15 Oktober 2017 mendatang di Beijing.

Tujuh belas seniman Indonesia terpilih bakal mengikuti salah satu agenda pameran seni rupa ternama ini.

Para seniman Indonesia tersebut adalah Made Wianta, Eddy Asmara, Ivan Sagita dan Ugy Sugiarto, Camelia Hasibuan, Chusin Setiadi kata, Erizal, Gatot Indrawati, Johan Abe, Januri, Joni Ramlan, Mangu Putra, Nasirun, Nyoman Nuarta, Paramahita, Made Gede, Putu Edi Asmara, Sigit Santosa, dan Yince Djuwidja.

Kuss Indarto selaku Kurator pameran ini saat menggelar jumpa pers menjelaskan, tim kurator BIAB menyodorkan tema Kuratornya "Silk Road and Worlds Civilization" atau "Jalan Sutera dan Pemberadaban Dunia".

"Ini sebuah tema yang menantang tidak saja bagi seniman China sendiri namun juga bagi para perupa dari luar negara China, termasuk seniman Indonesia. Indonesia memberi tema Kuratornya pada pameran ini dengan tema crossing current atau arus persimpangan," ujar Kiss, Rabu (13/9/17).

Lebih lanjut Kuss menjelaskan, bahwa tema tersebut untuk memaknai kenyataan wilayah nusantara sudah berabad abad lalu menjadi Medan penting untuk perlintasan berbagi kebudayaan yang ada di dunia, termasuk kebudayaan besar seperti India dan China.

Penulis: yud
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help