TribunJogja/

Warga di Lahan Bandara Belum Mau Pindah Karena Ini

Kepindahan warga secara beramai-ramai alias bedhol desa merupakan sejarah yang tidak bisa dilupakan dalam hidup warga.

Warga di Lahan Bandara Belum Mau Pindah Karena Ini
IST
Surat dari Angkasa Pura kepada warga di lahan bandara 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kebijakan batas akhir waktu pengosongan lahan pembangunan bandara dari PT Angkasa Pura I dinilai terlalu mepet dan terburu-buru.

Sementara, sebagian rumah warga belum siap dihuni dan dokumen Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) megaproyek itu belum turun.

Warga menginginkan mereka bisa pindah rumah setelah Bulan Suro dalam sistem kalender Jawa.

Bulan ini menurut kepercayaan warga bukan waktu yang baik untuk proses pindah ke hunian baru.

Bulan Suro sendiri akan dijelang pada 21 September ini.

"Paling enggak ya Oktober lah. September akhir kan baru masuk Suro. Nah, kalau Suro buat pindah rumah itu kurang baik menurut para tetua. Angkasa Pura ini kok kesannya terburu-buru," kata Dukuh Bapangan, Desa Glagah, Suparjo, Selasa (12/9/2017).

Selain soal hari baik untuk pindah, warga juga memiliki alasan lain sehingga enggan jika diminta pindah pada akhir September.

Di antaranya, rumah relokasi warga belum semuanya siap huni meski sudah beratap.

Adapun dokumen Amdal juga belum dikantongi PT AP I serta kondisi lahan di sisi selatan untuk pembangunan landasan pacu belum digarap.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help