TribunJogja/
Home »

Jawa

Setelah Ada Pengajuan, Droping Air Bersih Baru Bisa Dilakukan

Setelah ada pengajuan dari masyarakat, maka tim dari BPBD akan segera melakukan survei untuk menghitung kebutuhan air bersih bagi warga.

Setelah Ada Pengajuan, Droping Air Bersih Baru Bisa Dilakukan
tribun jogja/padhang pranoto
Droping air, memasuki musim kemarau persediaan air didaerah rawan kekeringan di Kemalang mulai menipis. Menyikapi hal itu BPBD Klaten melakukan penyaluran air bersih. Kamis (25/6/2015). 

TRIBUNJOGJA.COM – Meski menjadi agenda tahunan, droping air bersih tidak dilakukan ke setiap desa rawan kekeringan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Lilis Yuliyati mengatakan droping air bersih dilakukan berdasarkan pengajuan masyarakat atau kondisi di desa tersebut.

Pasalnya tidak semua desa rawan kekeringan membutuhkan bantuan droping air.

“Bisa jadi ada desa yang sudah ada sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat seperti pamsimas. Sehingga droping dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat, jika ada pengajuan berarti masyarakat membutuhkan,” katanya.

Menurutnya setelah ada pengajuan dari masyarakat, maka tim dari BPBD akan segera melakukan survei untuk menghitung kebutuhan air bersih bagi warga.

Survei tersebut dilakukan juga untuk menentukan lokasi droping air bersih.

“Prioritasnya di bak penampungan umum yang bisa diakses semua warga. Jadi bukan ke bak perorangan karena tidak semua warga punya bak penampungan,” ujarnya. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help