TribunJogja/
Home »

Jawa

Ojek Pangkalan di Klaten Merasa Dirugikan dengan Hadirnya Ojek Online

Sebelum adanya ojek online, tidak pernah ada masalah di kalangan ojek pangkalan.

Ojek Pangkalan di Klaten Merasa Dirugikan dengan Hadirnya Ojek Online
Tribun Jogja/Angga Purnama
Pelaku ojek online dan ojek pangkalan dipertemukan di aula kantor Dishub Klaten, Kamis (31/8/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Terdapat sejumlah alasan yang mendasari ojek pangkalan menolak ojek online. Diantaranya tarif yang lebih murah dan tidak bisa diikuti oleh ojek pangkalan.

"Tarifnya memang lebih murah, ojek pangkalan jelas tidak bisa mengikuti karena merugikan kami," ungkap Joko Trihernanto, koordinator ojek pangkalan Stasiun Klaten, Selasa (12/9/2017)

Menurutnya beroperasinya ojek online berdampak pada turunnya pendapatan ojek pangkalan. Kondisi tersebut dirasa lantaran banyak masyarakat yang beralih ke ojek online karena tertarik dengan harga murah.

"Setiap harinya sudah sepi, dengan kondisi ini semakin sepi. Padahal kami sudah beroperasi lebih dulu," ujarnya.

Ia menuding ojek online yang tiba-tiba beroperasi menyerobot lahan pekerjaannya. Padahal sebelum adanya ojek online, tidak pernah ada masalah di kalangan ojek pangkalan.

"Yang jelas kami yang dirugikan. Bukan masalah kami bisa bergabung atau tidak dengan ojek online. Mata pencaharian kami diserobot," kata dia. (tribunjogja.com)

Penulis: ang
Editor: Ari Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help