TribunJogja/
Home »

Jawa

Minim Perajin di Klaten, Pasar Wayang Kulit Bergeser ke Yogya dan Solo

Selain hanya ada segelintir perajin, kerajinan wayang kulit juga terkendala bahan baku kulit lembu yang berkualitas semakin sulit dicari.

Minim Perajin di Klaten, Pasar Wayang Kulit Bergeser ke Yogya dan Solo
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Pengunjung mengamati koleksi wayang kulit yang dipajang dalam pameran wayang kulit di Gedung Sunan Pandanaran Kompleks RSPD Klaten, Senin (11/9). 

TRIBUNJOGJA.COM – Gara-gara jumlah seniman perajin wayang kulit asal Klaten yang semakin sedikit, berdampak pada pergeseran pasar wayang kulit.

Sekretaris Omah Wayang Klaten, Kristian Apriyanta mengatakan beberapa dekade lalu, Klaten menjadi sentra kerajinan wayang kulit yang banyak diburu karena kekhasannya.

Namun saat ini pasar kerajinan wayang kulit telah bergeser ke Solo dan Jogja.

“Banyak faktor yang mempengaruhi menyusutnya kerajinan wayang kulit di Klaten. Yang paling terlihat adalah jumlah perajin yang semakin sedikit, sementara tidak ada regenerasi,” katanya.

Selain hanya ada segelintir perajin, kerajinan wayang kulit juga terkendala bahan baku kulit lembu yang berkualitas semakin sulit dicari.

Kondisi tersebut membuat eksistensi kerajinan wayang kulit semakin susut.

“Kondisi ini berdampak semakin sulitnya kerajinan wayang kulit untuk bertahan. Terlebih minat generasi muda semakin minim untuk menjadi perajin wayang kulit,” ujarnya.

Wayang kulit buatan Klaten memiliki ciri khas tersendiri dibanding kerajinan wayang dari daerah lain.

Terutama penekanan bentuk raut wajah atau lazim disebut bedahan dari tokoh wayang.

Detail kecil seperti lubang mata, mulut, menjadikan tokoh wayang sangat berkarakter.

“Wayang kulit buatan Klaten punya keunggulan dari tatahan, sunggingan, bedahan, dan kapangan (pola dasar). Ini yang sulit ditiru perajin dari daerah lain,” katanya. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help