TribunJogja/

Kuartal II, Serapan APBD 2017 Pemkot Yogyakarta Belum Maksimal

Realisasi serapan APBD oleh DPRD mencapai 52 persen. Kuartal II ini ada deviasi atau penyimpangan anggaran mencapai 20 persen.

Kuartal II, Serapan APBD 2017 Pemkot Yogyakarta Belum Maksimal
internet

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kamis lusa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPPRD) Kota Yogyakarta akan menggelar rapat paripurna terkait perubahan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) 2017.

Padahal serapan anggaran belum mencapai 50 persen.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kadri Renggono menyebut serapan APBD Pemerintah Kota Yogyakarta baru mencapai 46,29 persen. Besarannya baru mencapai Rp 779 miliar dari total anggaran mencapai Rp 1,6 triliun.

"Idealnya harusnya mencapai 50 persen, ya memang ada sedikit deviasi atau selisih antara target dengan realisasi," ujar Kadri pada Selasa (12/9/2017).

Ia menuturkan tidak mencapai terget tersebut dikarenakan berbagai sebab.

Pertama pekerjan fisik telah banyak dilakukan namun belum dilakukan pembayaran.

Banyak juga lelang pekerjaan yang gagal atau masih berproses sehingga belum dilakukan 'pembelanjaan'.

"Kalau pembelanjaan secara langsung sebesar Rp 995 miliar dan Rp 600 miliar untuk pembelanjaan tidak langsung," jelasnya.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Yogyakarta Prima Hastawan mengatakan, realisasi serapan APBD oleh DPRD mencapai 52 persen.

Kuartal II ini ada deviasi atau penyimpangan anggaran mencapai 20 persen.

"Itu memang ada selisih antara target dengan realisasi fisiknya," ujar Prima.

Terkait rapat paripurna perubahan APBD 2017, perubahan anggaran dimungkinkan akan mengurangi anggaran dewan mencapai Rp 1,6 miliar.

"Kemungkinan bisa ada pengurangan karena kan kita juga melihat realisasi kegiatan sejauh ini, pastinya nanti pas rapat paripurna," ungkap Prima. (*)

Penulis: gil
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help