TribunJogja/

Kampung Keluarga Berencana Kini Hadir di Seluruh Kecamatan Kota Yogyakarta

Konsep ini dihadirkan untuk menyelaraskan program pengentasan kemiskinan agar lebih efektif.

Kampung Keluarga Berencana Kini Hadir di Seluruh Kecamatan Kota Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / ikrar Gilang Rabbani
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Edy Muhammad saat memaparkan program pengentasan kemiskinan berbasis dalam pencanangan Kampung Keluarga Berencana pada Selasa (12/9/2017) di Graha Pandawa Kompleks Balikota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta kini telah memiliki Keluarga Berencana'>Kampung Keluarga Berencana.

Sejak dicanangkan tahun 2016,  baru hadir di satu kecamatan. 

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) pada Selasa (12/9/2017) mencanangkan kehadiran Kampung KB di 13 kecamatan.

Konsep ini dihadirkan untuk menyelaraskan program pengentasan kemiskinan agar lebih efektif. 

"Kampung yang ditetapkan sebagai Kampung KB adalah kampung yang masuk dalam kategori wilayah miskin perkotaan, memiliki wilayah kumuh, padat penduduk dan tingkat partisipasi KB yang rendah," ujar Eny Retnowati selaku PLT Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB).

Sebanyak 13 Kampung KB berbasis rukun warga (RW) tersebut masing-masing berada di RW 4 Kelurahan Bener Tegalrejo, RW 7 Kelurahan Gowongan Jetis, RW 7 Kelurahan Baciro Gondokusuman, RW 13 Kelurahan Tegalpanggung Danurejan, RW 1 Kelurahan Pringgokusuman Gedongtengen.

Kampung KB juga berada di RW 4 Kelurahan Notoprajan Ngampilan, RW 11 Kelurahan Pakuncen Wirobrajan, RW 15 Kelurahan Gedongkuning Mantrijeron, RW 8 Kelurahan Kadipaten Kraton, RW 2 Kelurahan Gunung Ketur Pakualaman, RW 19 Kelurahan Brontokusuman Mergangsan, RW 12 Kelurahan Sorosutan Umbulharjo dan RW 8 Kelurahan Rejowinangun Kotagede.

Terkait evaluasi Kampung KB yang di RW 12 Prawirodirjan sejak tahun 2016, Eny menyebut program berjalan dengan cukup baik.

Hal tersebut terukur dengan kondisi lingkungan yang saar ini lebih tertata dan tidak lagi kumuh. 

Meski demikian, untuk kepersertaan KB-nya masih renah atau belum mengalami kenaikan yang signifikan.

"Hanya satu atau dua warga saja yang bertambah, ini masih butuh proses panjang namun program akan terus dijalankan," ungkapnya. (*)

Penulis: gil
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help