TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Jangan Pasang Papan Pengumuman di Tanah atau Properti yang Dijual

Calon pembeli dapat melakukan pengecekan lebih mendalam, baik pengecekan secara langsung obyek yang akan dibeli, serta pengecekan surat-surat.

Jangan Pasang Papan Pengumuman di Tanah atau Properti yang Dijual
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Seorang perempuan berinsial THY alias Siti Fatimah alias Bu Heru menipu korban dengan modus menjual tanah yang bukan miliknya via situs jual beli dan mendirikan kantor notaris palsu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Are mengimbau agar masyarakat yang menjual tanah atau properti lainnya tidak memasang pengumuman di objek yang akan dijual.

Pasalnya, pengumuman itu dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menipu orang.

Rony mengatakan, mengatakan papan pengumuman di tanah atau rumah yang dijual dapat digunakan pelaku kejahatan dengan modus menawarkannya di situs jual beli.

Padahal tanah atau bangunan itu bukan miliknya.

Seperti yang telah dilakukan oleh tersangka THY alias Siti Fatimah (34) warga Tembalang, Semarang, ia mengaku menjual tanah di sekitar Condongcatur, dan menawarkannya di internet.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Seorang calon pembeli tertipu dan kehilangan uang Rp 425 juta.

Siti melancarkan aksinya dengan mendirikan kantor notaris palsu juga.

"Mudah pasang iklan di internet. Foto bisa diambil dari manapun. Pelaku kejahatan bisa mengiklankan tanah yang bukan miliknya ke untuk mendapatkan uang," ujarnya Kasat Reskrim Polres Sleman ini.

Ia pun mengimbau agar calon pembeli dapat melakukan pengecekan lebih mendalam, baik pengecekan secara langsung obyek yang akan dibeli, serta pengecekan surat-surat.

Bila perlu, calon pembeli melakukan pengecekan di notaris yang dikenal hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help