TribunJogja/

Ini Lho Perbedaan UGD, IGD, PICU, dan ICU

Pasien gawat darurat yang datang akan langsung mendapatkan penanganan dari dokter hingga kondisi stabil atau stasioner

Ini Lho Perbedaan UGD, IGD, PICU, dan ICU
Tribun Jogja/Jihad Akbar
Humas RSUP Sardjito Tresno Heru Nugroho menunjukkan contoh surat resmi yang dikeluarkan instansinya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa orang mungkin belum tahu perbedaan antara UGD, IGD, PICU, dan ICU. Istilah-istilah tersebut kerap kita jumpai di Rumah Sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.

Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho menjelaskan bahwa UGD (Unit Gawat Darurat) dan IGD/IRD (Instalasi Gawat Darurat/Instalasi Rawat Darurat) memiliki fungsi yang sama, yakni sama-sama memberikan penanganan pada pasien gawat darurat.

Heru menambahkan, umumnya UGD terdapat di rumah sakit skala kecil hingga sedang.

Dokter yang berjaga selama 24 jam di UGD adalah dokter umum.

Selanjutnya, berhubung bentuknya adalah unit, lingkupnya lebih kecil daripada IGD.

"Kalau IGD biasanya ada di Rumah Sakit besar. Ada dokter dengan empat keahlian besar yang berjaga selama 24 jam di IGD. Mulai dari ahli kebidanan, ahli anak, ahli penyakit dalam, dan ahli bedah," ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/9/2017).

Terkait alur penanganan pasien, baik di UGD maupun IGD pada prinsipnya sama.

Pasien gawat darurat yang datang akan langsung mendapatkan penanganan dari dokter hingga kondisi stabil atau stasioner lalu dipindahkan ke ruang rawat yang telah ditentukan oleh dokter.

"Selanjutnya, pasien gawat darurat yang telah stasioner bisa diarahkan ke PICU (Pediatric Intensive Care Unit) atau ICU (Intensive Care Unit)," urainya.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help