TribunJogja/

Bupati Kulonprogo Pastikan Program Relokasi Warga Terdampak Bandara Tuntas

Biarpun warga tak lagi didampingi tim konsultan pembangunan, program tersebut akan tetap berjalan hingga tuntas.

Bupati Kulonprogo Pastikan Program Relokasi Warga Terdampak Bandara Tuntas
tribunjogja/singgih wahyu nugraha
Suasana pembangunan hunian relokasi warga terdampak bandara di lahan Glagah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memastikan program relokasi warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan rampung di September ini juga.

Biarpun warga tak lagi didampingi tim konsultan pembangunan, program tersebut akan tetap berjalan hingga tuntas.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menyiratkan tidak ada perpanjangan kontrak kerja konsultan pendamping pembangunan rumah warga terdampak itu.

Ia hanya mengatakan, program tersebut terus berjalan karena sudah ada konsep dan sistem yang diterapkan pihak konsultan pendamping pembangunan.

Warga tinggal meneruskannya saja hingga keseluruhan hunian barunya selesai terbangun.

"Secara konsep kan sudah jalan dengan sistem yang diterapkan konsultan sejak awal. Nanti Pemkab yang akan menggantikan tugasnya melalui PU (Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kulonprogo)," kata Hasto, Selasa (12/9/2017).

Pendampingan oleh Pemkab sekarang ini menurutnya lebih berfokus pada pemetaan jumlah rumah yang bisa segera ditempati warga.

Termasuk juga warga mana saja yang mau tidak mau harus pindah segera ke lahan relokasi lantaran tidak punya rumah tinggal selainnya.

Dari situ, Pemkab akan memastikan bahwa rumah yang akan dihuni itu sudah terlengkapi dengan jaringan listrik dan air bersih.

Pada tahap selanjutnya, pelengkapan sarana umum yang perlu dibangun juga akan dilakukan secara layak meski beberapa fasilitas umum dan sosial baru akan dibangun di tahun depan.

"Jadi, bagaimaba rumah relokasi bisa difungsikan dengan sarana umum yang layak. Untuk fasilitas jalan tahun ini belum bisa diaspal tapi paling tidak diperkeras dulu," kata Hasto.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help