TribunJogja/
Home »

Jawa

BPBD Klaten Anggarkan Rp 100 Juta untuk Droping Air Bersih

Anggaran tersebut digunakan sebagai operasional pengambilan air dari mata air dan distribusi ke wilayah sasaran.

BPBD Klaten Anggarkan Rp 100 Juta untuk Droping Air Bersih
Tribun Jogja/Angga Purnama
Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mulai melakukan dropping air ke sejumlah wilayah rawan kekeringan. 

TRIBUNJOGJA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten menyediakan anggaran Rp 100 juta untuk bantuan droping air bersih.

Anggaran tersebut digunakan sebagai operasional pengambilan air dari mata air dan distribusi ke wilayah sasaran.

Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanto mengatakan dana tersebut dinilai cukup untuk membantu mengatasi dampak kekeringan saat musim kemarau.

Hal ini meningat jumlah desa rawan kekeringan semakin berkurang dari tahun ke tahun.

“Pada 2015 lalu, jumlah desa yang rawan kekeringan mencapai 32 desa, di tahun ini hanya ada 22 desa. Berkurangnya jumlah desa rawan kekeringan karena adanya program Pamsimas. Sehingga sasaran dropingnya pun berkurang,” ungkapnya.

Adapun 22 desa rawan kekeringan itu tersebar di tujuh kecamatan; Kemalang, Jatinom, Karangnongko, Cawas, Prambanan, Karangdowo, dan Manisrenggo.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau di Kabupaten Klaten akan berlangsung hingga akhir Oktober ini. Saat ini sudah 10 desa yang mendapatkan bantuan droping air bersih. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help