TribunJogja/

PNS Cantik BNN Dibunuh

2 Pria Misterius yang Bersama Suami Indria Kameswari di Bandara Masih Diselidiki Polisi

Menurut Bimantoro, sampai saat ini polisi belum mendapatkan informasi tentang siapa dua orang tersebut.

2 Pria Misterius yang Bersama Suami Indria Kameswari di Bandara Masih Diselidiki Polisi
Instagram / indriakameswari50
Sejumlah foto yang diunggah Indria Kameswari di akun instagramnya 

TRIBUNJOGJA.COM, BOGOR - Dua orang pria terlihat bersama Muhammad Akbar setelah peristiwa pembunuhan terhadap istrinya, Indria Kameswari yang merupakan PNS BNN.

Gambar itu terlihat dari hasil rekaman kamera pengawas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dua orang inilah yang terlihat mengantar Akbar, yang kini jadi tersangka dalam kasus itu, masuk ke bandara dalam upaya pelariannya ke Batam.

MA, suami Indria Kameswari pegawai BNN Bogor yang tewas tertembak di rumahnya, Jumat (1/9/2017). MA ditangkap di Batam karena diduga menembak istrinya hingga meninggal dunia kehabisan darah.
MA, suami Indria Kameswari pegawai BNN Bogor yang tewas tertembak di rumahnya, Jumat (1/9/2017). MA ditangkap di Batam karena diduga menembak istrinya hingga meninggal dunia kehabisan darah. (Istimewa)

Keberadaan dua orang tersebut diungkapkan dalam progam "Aiman" yang tayang di Kompas TV, Senin (11/9/2017).

Aiman menemui Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Bimantoro Kurniawan untuk mengkonfirmasi mengenai siapa dua orang tersebut.

Menurut Bimantoro, sampai saat ini polisi belum mendapatkan informasi tentang siapa dua orang tersebut.

Penyebabnya, Akbar selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah.

"Masih kami dalami mengenai dua orang ini. Kemungkinan mereka adalah orang terdekat dari pelaku," ujar Bimantoro.

Bimantoro belum dapat memastikan apakah dua orang tersebut yang kini memegang pistol yang digunakan Akbar untuk menembak Indria.

Yang pasti, kata Bimantoro, Akbar tak meninggalkan pistol tersebut di rumahnya yang menjadi lokasi pembunuhan pada 1 September 2017.

Ia juga tak membawa pistol tersebut saat ditangkap di Batam. Bimantoro mengimbau agar pihak yang kini menguasai pistol tersebut segera menyerahkannya ke polisi.

Ia menegaskan, orang memiliki senjata api tanpa izin bisa dijerat dengan 20 tahun penjara seperti yang diatur dalam UU Darurat Republik Indonesia.

"Pesan saya kepada siapapun orang yang dititipkan oleh tersangka, saya imbau demi keselamatan diri dan orang lain sebaiknya diserahkan ke kepolisian. Kami harap yang bersangkutan kooperatif," kata Bimantoro. (kompas)

Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help