TribunJogja/

Pura Pakualaman Siapkan Lahan di Kedundang untuk Relokasi Warga Terdampak Bandara

Lokasi persis lahan PAG tersebut ada di wilayah Pedukuhan Pandowan dan Pencengan.

Pura Pakualaman Siapkan Lahan di Kedundang untuk Relokasi Warga Terdampak Bandara
TRIBUNJOGJA.COM/SINGGIH WAHYU NUGRAHA
Musyawarah di Balai Desa Kedundang terkait penggunaan lahan PAG untuk tempat relokasi bersistem magersari bagi warga terdampak bandara. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Lahan Paku Alam Ground (PAG) seluas sekitar 6.000 meter persegi di wilayah Desa Kedundang, Kecamatan Temon disiapkan untuk pembangunan rumah huni berstatus magersari.

Rumah ini akan digunakan untuk relokasi warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Rumah relokasi tersebut dialokasikan bagi 48 kepala keluarga (KK) dari warga terdampak yang dinilai berkemampuan kurang dalam mendapatkan rumah pengganti.

Untuk status magersari, nantinya pihak PA akan memberikan surat kekancingan untuk tiap warga.

Lokasi persis lahan PAG tersebut ada di wilayah Pedukuhan Pandowan dan Pencengan.

Lahan tersebut diketahui selama ini telah ditinggali dua keluarga yang masih memiliki garis asal usul dari keluarga besar PA yakni Purwo Sugianto dan Priyo Purwanto.

Penghageng Kawedanan Keprajan Pura Pakualaman, KPH Suryo Adinegoro atau biasa disapa Bayudono mengatakan bahwa kedua warga tersebut selama ini hanya memegang surat kekancingan tentang asal usul yakni menyangkut garis keturunan dari trah Pakualaman.

Adapun terkait penggunaan tanah, keduanya tidak memiliki surat kekancingan yang bisa diartikan bahwa keduanya tidak memiliki alas hak untuk menempati tanah milik Pura Pakualaman.

"Kekancingan itu kan surat keputusan dari PA. Kekancingan asal usul dan kekancingan penggunaan tanah itu berbeda lho ya. Nah, kalau tidak ada itu, dasarnya apa dia tinggal di situ? Kalau ada kekancingan kan ada kepastian," kata Bayudono seusai musyawarah bersama warga pengguna PAG wilayah Kedundang di Balai Desa setempat, Senin (10/9/2017).

Dengan adanya rencana penggunaan lahan tersebut untuk pembangunan rumah relokasi warga terdampak bandara, dipastikan keduanya akan tergusur dari tempat tinggalnya selama ini.

Pihak Pura Pakualaman disebutnya lebih mementingkan pembangunan rumah relokasi itu ketimbang hanya melayani segelintir orang saja yang sudah lebih dulu menempati.

Namun, kata Bayudono, bukan berarti mereka akan digusur begitu saja.

Pihaknya sudah berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Kulonprogo yang diserahi kuasa pengelolaan PAG tersebut agar tidak menelantarkan warga tersebut.

"Karena tanah sudah diserahkan pada Pemda untuk mengelola, kami sudah berpesan supaya warga jangan sampai terlantar. itu yang terpenting bagi kami," kata Bayudono.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help