TribunJogja/

Petugas Periksa Hewan Liar yang Menyerang Ternak di Gunungkidul

Sudah terdapat 38 ekor ternak di tiga dusun di Desa Purwodadi yang mati akibat diterkam hewan liar tersebut.

Petugas Periksa Hewan Liar yang Menyerang Ternak di Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM/RENDIKA FERRI
Petugas memeriksa mengambil sampel darah dari kambing yang menjadui korban serangan hewan liar yang terjadi di Dusun Sureng II, Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Senin (11/9). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menerjunkan petugas untuk memeriksa serangan hewan liar yang terjadi di Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul.

Belum dapat dipastikan hewan liar yang menyerang ternak milik warga setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisno Broto, mengatakan, pemeriksaan dilakukan bersama Balai Besar Veteriner (BBVet) Yogyakarta di sejumlah titik serangan hewan yakni di tiga dusun yakni Danggolo, Sureng II, dan Duwet.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel darah hewan yang hidup diserang dan memantau lokasi tempat penyerangan terjadi.

Baca: Anjing Liar Serang Ternak Milik Warga Gunungkidul

Kendati demikian, belum bisa dipastikan hewan liar yang menyerang tersebut.

"Kami telah melakukan pemantauan di beberapa titik serangan hewan misterius, dan sudah melakukan sejumlah pemeriksana, namun kami belum mengetahui jenis hewan yang menyerang," ujar Bambang, Senin (11/9).

Sebelumnya, pihaknya menduga hewan liar tersebut merupakan hewan sejenis anjing liar.

Beberapa ekor kambing yang menjadi korban serangan anjing liar di Dusun Danggolo, Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Minggu (10/9/2017).
Beberapa ekor kambing yang menjadi korban serangan anjing liar di Dusun Danggolo, Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Minggu (10/9/2017). (IST)

Namun, pihaknya tidak dapat mengatkaan secara pasti, karena masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Berdasar laporannya, sudah terdapat 38 ekor ternak di tiga dusun di Desa Purwodadi yang mati akibat diterkam hewan liar tersebut.

"Kami belum mengetahui persis apakah anjing atau hewan apa. Perlu diteliti lebih jauh,"tuturnya. (*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help