TribunJogja/

Patra Pansel Mengklaim Sebagai Corong Warga Terdampak Bandara Kulonprogo

Patra Pansel juga berharap ada kejelasan arah pembangunan pariwisata Kulonprogo ke depannya.

Patra Pansel Mengklaim Sebagai Corong Warga Terdampak Bandara Kulonprogo
TRIBUNJOGJA.COM/SINGGIH WAHYU NUGRAHA
Sekelompok warga yang mengklaim sebagai warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menemui Pemerintah Daerah Kulonprogo, Senin (11/9/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Patra Pansel (Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan) mengklaim diri sebagai organisasi corong warga terdampak pembangunan megaproyek New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kelompok ini disebutkan menempatkan diri dalam pemberdayaan warga dan mengunginkan adanya porsi partisipasi warga dalam proyek pembangunan tersebut.

Patra Pansel menginginkan adanya kejelasan informasi bagi warga untuk bisa terlibat dalam lingkup pekerjaan di bandara.

Baik semasa pembangunan fisik maupun sesudah bandara beroperasi.

"Kami datang menyampaikan keluhan masyarakat terkait kejelasan informasi. Misalnya terkait perekrutan dan pelatihan tenaga security yang sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya. Padahal, warga sudah diminta mengisi blangko minat dan bakat," jelas Wakil II Ketua Patra Pansel, Ferry Teguh Wahyudi seusai beraudiensi dengan Sekda Kulonprogo di gedung Setda Kulonprogo, Senin (10/9/2017).

Pihaknya menginginkan ada kepastian pemberdayaan warga secara jelas dalam megaproyek tersebut.

Tidak hanya berbentuk pelatihan namun juga penyaluran kerjanya secara langsung.

Nota kesepahaman (MoU) menurut Patra Pansel perlu dibuat antara Pemkab, PT Angkasa Pura I, dan warga agar ada jaminan kepastian pemberdayaan warga.

Demikian juga fasilitasi Pemkab untuk memberi akses kepada warga.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help