TribunJogja/

Musim Kawin, Paus Hitam Terdampar di Pantai Selatan

Setiap Juli-Agustus, ikan laut raksasa tersebut memang kerap kali terlihat melintas di sepanjang Samudera Hindia.

Musim Kawin, Paus Hitam Terdampar di Pantai Selatan
SAR Satlinmas Wilayah II Baron
Paus hitam yang melintas di lepas pantai Nguyahan dan Ngrenehan, Saptosari, Gunungkidul, Minggu (10/9). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Mamalia laut Paus Hitam beberapa hari belakangan ini kerap terlihat di sekitar laut di Pantai Selatan Gunungkidul.

Pergerakan ikan laut raksasa tersebut diduga bertepatan dengan musim kawin pada bulan Agustus-September ini.

Koordinator Wilayah II, Search And Rescue (SAR) Satuan Pelindung Masyarakat (Satlinmas) Gunungkidul, Marjono, terakhir memantau keberadaan Paus Hitam terakhir terlihat di Pantai Nguyahan dan Ngrenehan, Minggu (10/9) kemarin.

Ia mengatakan, pergerakan mamalia laut tersebut bertepatan dengan musim kawin setiap pertengahan tahun.

Setiap Juli-Agustus, ikan laut raksasa tersebut memang kerap kali terlihat melintas di sepanjang Samudera Hindia.

"Terakhir kami melihat mereka melintas di lepas laut Pantai Nguyahan dan Ngrenehan. Ada puluhan ekor, yang melintas. Setiap tahun memang kerap terlihat ikan-ikan laut raksasa ini," ujar Marjono, Senin (11/9).

Marjoko menuturkan pada saat musim kawin, sejumlah ikan paus yang berenang saling berkejaran mendekati bibir pantai.

Namun, keberadaan hewan tersebut tidak membahayakan untuk nelayan atau bagi wisatawan.

Pemandangan ini justru dilirik oleh sebagian wisatawan untuk melihat kemegahan mamalia laut raksasa yang jarang terlihat ini.

"Hingga kini belum ada laporan adanya serangan hewan laut ini. Meskipun begitu kerap jaring nelayan rusak akibat tersambar paus," ujar Marjoko.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help