TribunJogja/

Penyaluran Bantuan Air Bersih di Kulonprogo Tetap Melalui Dinas Sosial

Skema bantuan saat ini memang harus melalui Dinas Sosial DIY maupun pihak lain yang memiliki anggaran rutin.

Penyaluran Bantuan Air Bersih di Kulonprogo Tetap Melalui Dinas Sosial
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha
ILUSTRASI: Siswa SDN Jatiroto, Pedukuhan Wonosari, Desa Purwosari, Girimulyo, menyaksikan proses dropping air oleh petugas Polsek Girimulyo di sekolahnya, Jumat (21/7/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Meski telah ditetapkan status siaga darurat kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo tidak bisa serta merta menggunakan dana tak terduga untuk memasok kebutuhan air bersih warga.

Bantuan dropping air bersih sejauh ini tetap melalui Dinas Sosial.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan, sejauh ini memang sudah banyak warga maupun pemerintah desa dan kecamatan yang mengajukan surat permohonan bantuan air bersih.

Namun, skema bantuan saat ini memang harus melalui Dinas Sosial DIY maupun pihak lain yang memiliki anggaran rutin.

"Dalam kondisi siaga darurat begini, kami hanya sebatas fungfsi koordinasi. Penyaluran bantuan di lapangan tetap dilakukan melalui Dinsos," kata Gusdi, Minggu (10/9/2017).

Dalam perkembangannya, jika kondisi kekeringan memuncak dan anggaran rutin dari Dinsos maupun sumbangan pihak ketiga tidak mampu mencukupi permintaan air bersih, status akan dinaikkan menjadi tanggap darurat kekeringan.

Saat itulah,BPBD bisa mengajukan dana siap pakai ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan kekeringan.

Baca: Yogya Mulai Diguyur Hujan, Pertanda Masuk Musim Penghujan? Begini Penjelasan BMKG

"Kalau sudah berstatus tanggap darurat, kami bisa mengajukan biaya tak terduga dan fungsi BPBD bisa menjadi koordinasi, pelaksana, maupun komando," kata dia.

Kepala Dinas Sosial P3A Kulonprogo, Eka Pranyata mengatakan, sejauh ini dropping air bersih dilakukan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang menyalurkannya kepada target sasaran sesuai permintaan.

Hingga Jumat (8/9/2017) lalu, bantuan droping air bersih sudah mencakup wilayah Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh, Nanggulan, Pengasih, dan Lendah.

"Sudah 108 tangki yang disalurkan," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help