TribunJogja/

Kulonprogo Berstatus Siaga Darurat Kekeringan

Berdasar rapat koordinasi dengan semua stakeholder, muncul kesepakatan untuk rekomendasi status siaga bencana kekeringan itu kepada Bupati.

Kulonprogo Berstatus Siaga Darurat Kekeringan
ist
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Sembilan wilayah kecamatan dinyatakan bepotensi mengalami kekeringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan, penetapan status siaga darutat kekeringan itu didasarkan pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa curah hujan masih di bawah normal pada medio Agustus-Oktober 2017 ini.

Kondisi darurat bencana sendiri menurutnya terdiri dari tiga tahapan, yakni siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi darurat.

"Bupati menyakatan status siaga darurat kekeringan sejak 28 Agustus sampai 28 Oktober," jelas Gusdi, Minggu (9/9/2017).

Baca: Sering Hadapi Kekeringan, Gunungkidul Cari Sumber Air Alternatif

Pertimbangan lain yang jadi dasar status siaga darurat kekeringan itu yakni telah banyak pengajuan bantuan dropping air bersih dari warga maupun pihak pemerintah desa dan kecamatan.

Dari 12 kecamatan yang ada di Kulonprogo, tiga kecamatan saja yang tidak berpotensi kekeringan yakni Wates, Galur, dan Temon.

Berdasar rapat koordinasi dengan semua stakeholder, muncul kesepakatan untuk rekomendasi status siaga bencana kekeringan itu kepada Bupati.

Rekomendasi itu ditindaklanjuti dengan surat keputusan bupati bahwa masa siaga bencana kekeringan berlangsung hingga 28 Oktober.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help