TribunJogja/

Biaya Pengobatan Glaukoma Ditanggung BPJS

Glaukoma dapat mengenai satu atau dua mata. Penderitanya pun tak pandang usia dan juga jenis kelamin.

Biaya Pengobatan Glaukoma Ditanggung BPJS
Dok RS Dr Yap
Ilustrasi penyakit Glaukoma yang bisa menyebabkan kebutaan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Glaukoma menjadi penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak di Indonesia. Glaukoma merupakan kelompok penyakit saraf mata yang kronis dan progresif yang disebabkan peningkatan tekanan bola mata sebagai salah satu faktor risiko utamanya.

Glaukoma dapat mengenai satu atau dua mata. Penderitanya pun tak pandang usia dan juga jenis kelamin. Tua muda, pria maupun wanita semua bisa terkena penyakit tersebut.

Direktur RS Mata Dr YAP, dr Eny Tjahjani P SpM MKes menjelaskan bahwa tekanan bol amat ayang meninggi menjadi faktor utama terjadinya Glaukoma. Tekanan bola mata meninggi paling sering disebabkan hambatan pengeluaran cairan bola mata.

"Glaukoma disebut pencuri penglihatan karena berkembang tanpa ditandai dengan gejala yang nyata. Penderita Glaukoma seringkali tidak menyadari penyakitnya sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut," terangnya, belum lama ini ketika ditemui di ruang kerjanya.

Menurut dokter spesialis mata tersebut, saat ini tindakan mata terkait penyakit Glaukoma di RS Mata Dr YAP mengalami kecenderungan yang meningkat. Ada beberapa jenis glaukoma yang terjadi sejak lahir maupun yang disebabkan oleh trauma dan diabetes.

"Biaya (pengobatan) Glaukoma sekarang memang ditanggung BPJS. Tapi (tenaga ahli) tetap harus dilakukan oleh sub spesialis," terangnya.

Adapun beberapa faktor risiko terjadinya Glaukoma meliputi pria atau wanita yang berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga penderita glaukoma, memiliki tekanan bola mata tinggi, penderita myopia (kacamata minus) dan hippermetropia (kacamata plus) yang tinggi, memiliki riwayat diabeters, hipertensi, migraine, dan jantung, pemakai obat steroid dalam jangka waktu lama, dan pernah mengalami trauma mata.

Selanjutnya, cara mendiagnosis glaukoma dapat dilakukan dengan mengukur tekanan bola mat adengan tonometer non kontak/ kontak, melihat bilik mata depan dengan gonioskopi, memeriksa lapang pandang dengan perimetri Humphrey/Goldmann, dan memeriksa keadaan saraf mata dengan Optical Coherence Tomography (OCT).(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help