TribunJogja/
Home »

Jawa

Usai Shalat Jumat, Peserta Aksi Jalani Prosesi Shalat Gaib dan Doa Bersama

Melalui agenda ini, pihaknya ingin membuka mata dunia, agar mereka yang berwenang bisa segera mengambil tindakan nyata.

Usai Shalat Jumat, Peserta Aksi Jalani Prosesi Shalat Gaib dan Doa Bersama
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ribuan peserta aksi solidaritas Rohingya menjalani prosesi shalat gaib dan doa bersama di Masjid An-Nur, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (8/9). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Selepas menjalankan ibadah Shalat Jumat di Masjid An-Nur, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (8/9), ribuan peserta aksi solidaritas Rohingya menjalani prosesi shalat gaib dan doa bersama.

Doa bersama dipimpin oleh sejumlah alim ulama, yang diikuti dengan khusyuk oleh para jamaah.

Sembari berdoa, beberapa panitia penyelenggara aksi berkeliling mengedarkan karung sumbangan, yang kemudian diisi secara sukarela oleh peserta, untuk disalurkan pada korban tragedi kemanusiaan di Myanmar itu.

Prosesi doa bersama sendiri berakhir pada kisaran pukul 13.00 WIB.

Seusainya, sebagian besar peserta aksi langsung bergegas keluar dari kompleks masjid yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Candi Borobudur tersebut.

Entah untuk melepas lelah, atau kembali pulang ke daerahnya masing-masing.

Koordinator aksi, Anang Imamudin, yang merupakan Panglima Laskar Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA-UIB) Jawa Tengah-DIY, mengaku bersyukur kegiatan berjalan sukses, tanpa adanya tindakan-tindakan yang menjurus ke pelanggaran hukum.

Menurutnya, aksi solidaritas Rohingya adalah murni aksi kemanusiaan.

Melalui agenda ini, pihaknya ingin membuka mata dunia, agar mereka yang berwenang bisa segera mengambil tindakan nyata, untuk menyelamatkan umat muslim Rohingya, yang kini berada dalam tekanan dan penindasan.

"Karena itu, kita memilih lokasi yang tidak jauh dari Candi Borobudur. Semua orang tahu, Candi Borobudur merupakan ikon internasional, sehingga pesan yang kita sampaikan bisa sampai ke seluruh penjuru dunia," ungkapnya.

Sebagai koordinator, Anang mengungkapkan, kalau panitia tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk menggelar aksi ini.

Semua dana operasional, lanjutnya, berasal dari sumbangan sukarela para jamaah.

"Kami panitia zero rupiah, semua sodaqoh jamaah, ada juga yang nyumbang nasi bungkus. Terkait dana bantuan dari peserta, mekanisme penyalurannya akan kita rapatkan lagi," pungkasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help