TribunJogja/

Pasokan Gas Melon di Kulonprogo Berkurang, Konsumen Kesulitan

kebijakan itu mengakibatkan berkurangnya stok gas yang dimiliki pangkalan dan berimbas ke konsumen karena kesulitan mendapatkan gas melon tersebut.

Pasokan Gas Melon di Kulonprogo Berkurang, Konsumen Kesulitan
tribunjogja/azkaramadhan
ILUSTRASI: Aktivitas salah agen gas elpiji 3 kilogram di Kota Magelang, PT Fatima Utama, pada Jumat (27/5/2016). 

Laporan Reporter Trubun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pangkalan gas elpiji kemasan tiga kilogram di Kulonprogo mengalami pengurangan pasokan dari PT Pertamina.

Meski tidak ada perubahan harga, kebijakan itu mengakibatkan berkurangnya stok gas yang dimiliki pangkalan dan berimbas ke konsumen karena kesulitan mendapatkan gas melon tersebut.

Seorang pemilik pangkalan di Wates, Wahyu Kurniawati membenarkan adanya kebijakan pengurangan pasokan gas melon yang didistribusikan Pertamina ke tingkat pangkalan.

Hal itu sudah disosialisasikan pada Maret-April lalu.

Kebijakan ini tak dipungkirinya membuat stok pangkalannya berkurang. Jika biasanya pasokan mencapai 360 tabung per minggu kini hanya sekitar 100 tabung.

"Pembeli rumahan akhirnya hanya kejatah satu tabung saja per minggu. Padahal, gas tiga kilogram itu dalam 4-5 hari sudah habis untuk keperluan rumah tangga," kata Wahyu, Jumat (8/9/2017).

Akibat kebijakan tersebut diakuinya membuat jatah untuk pengecer maupun konsumen rumah tangga perorangan langganannya semakin berkurang.

Jika sebelumnya bisa memasok satu pengecer hingga 10 tabung, sekarang ini berkurang hingga tak ada separuhnya.

Sebagian konsumen kemudian juga beralih menggunakan Bright Gas kemasan 5,5 kilogram maupun gas elpiji kemasan 12 kilogram.

Walaupun, mereka hanya berstatus pinjam tabung kepada dirinya karena kendala harga yang relatif kurang ramah di kantong masyarakat.

"Kalau beli sekalian tabung kan mereka keluar duit Rp260 ribu. Dirasa mahal dan mereka ngga mau beli. Program konversi dua tabung gas melon jadi satu Bright Gas 5,5 kg juga masih jalan tapi konsumen masih harus nombok Rp100.000," kata Wahyu.

Terkait pendistribusian tertutup gas melon hanya untuk warga kurang mampu, menurutnya hal itu belum ada sosialisasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Belum ada surat pemberitahuan resmi dari agen meski ada informasi bahwa pasokan gas melon akan dikurnagi bertahap.

"Kami masih menunggu sosialisasi dari Pertamina. Untuk gas bersubsidi kami belum tahu akan dijatah berapa dari agen. Apakah nanti hanya untuk beberapa pangkalan saja atau bagaimana, ini belum ada kejelasan," tukasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help