TribunJogja/
Home »

Sport

Database Keolahragaan DIY Masih Lemah

Pengembangan database tersebut perlu disadari dan perlu ditanamkan sebagai mindset.

Database Keolahragaan DIY Masih Lemah
TRIBUNJOGJA.COM/AMALIA FATHONATY
FGD Pengumpulan Data Pelaku dan Tenaga Keolahragaan Nasional digelar oleh KONI Pusat di Hotel Tara, Jalan Magelang, Kamis (7/9/2017) siang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Amalia Fathonaty

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terkait pengumpulan data pelaku dan tenaga keolahragaan di DIY, Ketua Umum KONI DIY Hadiyanto Ismangoen mengakui database DIY masih lemah.

Pihaknya merasa FGD ini membantu untuk lebih memahami tentang pendataan tenaga keolahragaan. "Di DIY masih lemah database nya. Maka dari itu kami menyambut baik program KONI Pusat ini. Dengan FGD ini kami jadi lebih melek data," jelasnya di sela FGD, Kamis (7/9/2017) siang.

KONI DIY juga akan turut mengembangkan sistem data ini seperti halnya daerah-daerah lainnya. "Dengan database yang akurat, jadi terlihat potensi-potensi olahraga yang ada di DIY. Aksesnya juga akan lebih mudah jika sudah ada jaringan yang pasti," papar Hadiyanto.

Menurutnya pengembangan database tersebut perlu disadari dan perlu ditanamkan sebagai mindset. Terlebih untuk tenaga SDM yang memang masih kurang. "Perlu disadari, mindset untuk mengembangkan ini perlu ditanamkan," tuturnya.

Pihaknya juga sangat mengininkan agar KONI di kota dan kabupaten termasuk para pengurus cabang olahraga sudah dapat memahami arti pentingnya pendataan atlet, pelatih dan pelaku olahraga lainnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help