TribunJogja/

Inilah Tanggapan Gusti Yudha Soal Gugatan Undang-Undang Keistimewaan yang Dikabulkan MK

Menurut Gusti Yudha, kepemimpinan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga berdasarkan kekhalifahan Mataram Islam.

Inilah Tanggapan Gusti Yudha Soal Gugatan Undang-Undang Keistimewaan yang Dikabulkan MK
ist
GBPH Yudhaningrat 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menanggapi keputusan MK No 88/PUU-XIV/2016 tentang dikabulkannya sebuah gugatan terhadap UUK yang di dalamnya kurang lebih mengandung isi bahwa Raja Keraton Yogyakarta tidak memandang jenis kelamin, GBPH Yudhaningrat, salah satu kerabat keraton menuturkan bakal segera berkoordinasi dengan kerabat lain untuk membicarakan soal ini.

Baca: Ini Tanggapan Sultan Soal Gugatan Undang-Undang Keistimewaan yang Dikabulkan MK

Gusti Yudha begitu akrab ia disapa menyatakan bahwa adanya keputusan MK ini kemungkinan bakal memicu polemik lantaran telah melanggar paugeran yang selama ini menjadi induk peraturan perundang-undangan Keraton.

"Kami akan segera mengadakan pertemuan namun tetap mencoba dengan kepala yang dingin. Ini bukan masalah tahta tapi ada sesuatu yang tidak sesuai lagi dengan paugeran,' terang Gusti Yudha saat dihubungi Tribunjogjamilis.com, Kamis (31/8/2017).

Menurut Gusti Yudha, kepemimpinan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga berdasarkan kekhalifahan Mataram Islam.

Baca: Tolak Guguatan UUK di MK, Paguyuban Warga Jogja Istimewa Datangi DPRD

Ia mencontohkan, bagaimana mungkin seorang imam besar masjid Istiqlal dijabat oleh seorang perempuan atau seorang nabi dari kaum hawa.

"Bicara hak memimpin lanang wedok sama, tapi untuk di Jogja pengecualian, kita ada paugeran yang harus ditaati," tandas Gusti Yudha. (*)

Penulis: yud
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help