TribunJogja/

Pesona Alam, Budaya dan Flying Fox Terpanjang Se-Asia Tenggara Jadi Pesona Gedangsari

Kecamatan Gedangsari merupakan salah satu kecamatan di Gunungkidul yang memiliki banyak potensi sumber daya alam dan pariwisata yang melimpah

Pesona Alam, Budaya dan Flying Fox Terpanjang Se-Asia Tenggara Jadi Pesona Gedangsari
Tribun Jogja/Rendika F
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat meresmikan Flyingfox di Kawasan Green Village, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Rabu (30/8/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kecamatan Gedangsari merupakan salah satu kecamatan di Gunungkidul yang memiliki banyak potensi sumber daya alam dan pariwisata yang melimpah.

Potensi tersebut dipamerkan dalam acara Pesona Gedangsari, Rabu (30/8/2017).

Dalam acara tersebut diresmikan Desa Wisata Budaya Tegalrejo, Flying Fox terpanjang se Asia Tenggara, sampai pengenalan olahan makanan dan kerajianan lokal Batik Gedangsari.

"Kecamatan Gedangsari di Gunungkidul ini akan menjadi model pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui potensi desa wisata yang dipadukan dengan budaya," ujar Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X, Rabu (30/8) dalam acara Pesona Gedangsari, di Desa Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul.

Daka Tour
Daka Tour ()

Dalam acara Pesona Gedangsari Sultan juga berkesempatan meresmikan Flying Fox terpanjang se Asia Tenggara dan juga Perintisan desa wisata budaya, Desa Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul.

Selain itu juga dipecahkan rekor muri pagelaran busana pertama di Indonesia yang diselenggarakan di tengah hutan Wanajati, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul.

Sebanyak 90 karya busana dari berbagai desainer Indonesia Fashion Chamber (IFC) seperti Lia Mustafa, Dany Paraswati, Philip Iswardono, Ratih Kristiani, Amin Hendra, dan Dandy T Hidayat, dipamerkan pada pagelaran busana ini.

Di waktu yang bersamaan juga dilakukan pemecahan rekor dunia membatik pertama kali lintas generasi/usia yang diikuti 123 pembatik dari usia PAUD hingga lansia.

Tempat Wisata
Tempat Wisata ()

Kepala Desa Tegalrejo, Sugiman, mengatakan, desain batik Gedangsari memang khas, bermotifkan buah Srikaya hingga pisang dihiasi dengan aneka tanaman sekitar yang tumbuh di sekitar kecamatan Gedangsari.

Seperti buah Srikaya yang tumbuh subur di sana, selain itu banyak tumbuh-tumbuhan lain seperti pohon bambu, jati, pisang yang menjadi inspirasi dalam pembuatan motif batik.

"Semua motif batik terinspirasi dari apa yang ada di desa kami,"katanya.

Salah seorang pembatik, Lulu Maelani (22), menyambut baik diadakan acara Pesona Gedangsari ini, terlebih terdapat promosi batik lokal.

Menurutnya, batik adalah warisan budaya yang harus dilestarikan.

"Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi yang mengenal batik, dan mau belajar membatik, tidak hanya yang tua saja, namun juga generasi muda," ujar Lulu. (rfk/tribunjogja.com)

Penulis: rfk
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help