TribunJogja/

Menguak Misteri Cerita Pangeran Purbaya di Goa Gajah, Juru Kunci Alami Hal Spiritual

Goa yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul itu merupakan sebuah tempat yang sudah ada sejak abad 12 sebelum masehi.

Menguak Misteri Cerita Pangeran Purbaya di Goa Gajah, Juru Kunci Alami Hal Spiritual
tribunjogja/gilang satmaka
Goa Gajah yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Berwisata ke tempat-tempat bersejarah menjadi tujuan yang menarik bagi sebagian wisatawan.

Bagi orang-orang yang gemar melakukan ekspedisi tentang cerita-cerita masa lampau, wisata minat khusus menjadi tempat alternatif bagi sebgaian orang.

Salah satu tempat yang memiliki cerita sejarah dengan misteri yang terkandung didalamnya, ialah Goa Gajah.

Goa yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul itu merupakan sebuah tempat yang sudah ada sejak abad 12 sebelum masehi.

Poniman seorang juru kunci di goa tersebut mengatakan bahwa, Goa tersebut sudah ada sejak pada jaman Mataram Kuno.

"Pada saat kerajaan Mataram Kuno tersebut, raja pertama yang memimpin ialah Panembahan Senopati pertama, Yang mempunyai istri Roro Trembayun. Dari pernikahannya tersebut lalu keduanya mempunyai seorang putra yaitu Pangeran Purbaya," jelas pria 65 tahun tersebut.

Goa Gajah yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul
Goa Gajah yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul (tribunjogja/gilang satmaka)

Ia lalu menceritakan bahwa, pangeran Purbaya lah yang menemukan Goa tersebut.

"Sewaktu muda Pangeran Purbaya itu sering menjelajahi desa, dan pada suatu hari ia menemukan goa tersebut dan lalu ia bertapa dan berprihatin di goa ini selama selama dua tahun," papar Poniman.

Poniman melanjutkan, Setelah bertapa selama dua tahun itu, akhirnya Pangeran Purbaya bertemu dengan seorang wanita yang bernama Dyah Ayu Rancang Kencana dan menikahinya.

Poniman pun menceritakan asal usul nama goa Gajah tersebut.

"Setelah Pangeran Purbaya menikah, dan baru dalam waktu beberapa minggu, Dyah Ayu Rancang Kencana sudah hamil besar. Sontak Pangeran Purbaya pun kaget, karena barusan menikah namun istrinya sudah hamil. Kemudian ia memberi sumpah kepada Dyah Ayu Rancang Kencana, jika itu anaknya akan lahir berwujud manusia biasa, namun kalau bukan, akan berwujud batu yang menyerupai gajah," ungkap Poniman.

Goa Gajah yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul
Goa Gajah yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul (tribunjogja/gilang satmaka)

Poniman melanjutkan, ternyata benar, bahwa anak yang dikandung dari Dyah Ayu Rancang Kencana tersebut bukan anak dari Pangeran Purbaya. Dan anak itu keluar dalam wujud sebuah batu yang menyerupai gajah.

Oleh Pangeran Purbaya, batu tersebut dibawa dan di letakkan di dalam goa. Oleh karena itu, nama goa tersebut dinamakan Goa Gajah.

Goa sepanjang 150 meter tersebut, kini menjadi saksi sejarah dengan ruangan-ruangan yang mempunyai nama-namanya sendiri.

Goa tersebut memiliki 12 ruangan yang oleh pangeran Purbaya diberi nama pada tiap-tiap ruangannya, diantaranya, Kyai Balad, Papan Abdi, Kepatihan, Sentong dan Lorong Ular.

Goa Gajah yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul
Goa Gajah yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul (tribunjogja/gilang satmaka)

Menurut Poniman, salah satu dari ke 12 ruangan tersebut, merupakan tempat dari Pangeran Purbaya saat bertapa selama dua tahun.

Dalam penelusuran ke dalam Goa Gajah tersebut anda dapat melihat, stalakti dan stalakmit yang sudah berumur ratusan tahun.

Ada juga sebuah stalaktit yang berbentuk mirip seekor buaya, yang menggantung pada dinding goa. Lalu ada sebuah ruangan yang digenangi air, dan juga dipenuhi oleh kelelawar.

Di akhir penyusuran Goa, anda akan menemui sebuah batu yang disebut-sebut sebuah batu yang menyerupai seekor Gajah.

Halaman
Penulis: gsk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help