TribunJogja/

Tiga Gadis Cantik Berpakaian Terbuka Terjaring Razia, Petugas Melongo saat Tahu Umur Mereka

Ketiganya mengakui duduk di bangku sekolah yang ada di Kota Pangkalpinang saat hendak dilakukan tes urine dalam razia gabungan

Tiga Gadis Cantik Berpakaian Terbuka Terjaring Razia, Petugas Melongo saat Tahu Umur Mereka
bangkapos.com/Ajie Gusti Prabowo
Tim gabungan‎ dari berbagai satuan di Polres Pangkalpinang serta Badan Narkotika Kota Pangkalpinang saat melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) yang berada di wilayah hukumnya, Minggu (13/8/2017) dini hari. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANGKA - Tim gabungan Kepolisian Pangkalpinang dan Badan Narkotika Provinsi Kepulauan Babel mendapati tiga orang anak di bawah umur yang juga duduk di bangku sekolah menengah atas berada di kawasan hiburan malam King Crown Grand Vella Jalan Koba Bangka Tengah, Minggu (13/8/2017) dini hari.

Ketiganya mengakui duduk di bangku sekolah yang ada di Kota Pangkalpinang saat hendak dilakukan tes urine dalam razia gabungan di sejumlah THM di wilayah hukum Pangkalpinang.

Rombongan tim gabungan pun langsung melakukan pemeriksaan mendalam kepada tiga siswi yang berpakaian cukup seksi dan terbuka ini.

Diketahui ketiga orang anak di bawah umur yang masih duduk di kelas XI dan XII ini berinisial FB (17), DI (17) RF (18).

Satu diantara siswi, RF (18) mengakui bahwa dirinya berasal dari wilayah Kabupaten Bangka Selatan dan mengontrak di Kota Pangkalpinang.

Perempuan yang kedapatan sedang mabuk-mabukan di bulan Ramadan diamankan di gedung Sat Sabhara Polretabes Surabaya.
Ilustrasi

"Tadi cuma iseng diajak teman saja," kata RF usai digiring ke Polres Pangkalpinang.

Lain lagi dengan seorang pengunjung di kawasan diskotik Millenium, MA yang saat tim razia tiba hendak kabur dengan mengelabui petugas sebagai personel Kepolisian.

Pria yang mengaku berprofesi sebagai nelayan dan tinggal di kawasan Selindung Baru Pangkalpinang ini terkapar tak berdaya usai mabuk berat saat di bawa ke Polres Pangkalpinang.

Petugas menemukan alat kontrasepsi di tas seorang pegawai tempat spa, di Kalasan Sleman, Kamis (2/6/2016)
Ilustrasi

Ketika ditanya mengapa ia mengaku-ngaku sebagai aparat keamanan, MA sudah tidak sadar lagi dan terbaring di lantai ruang Polres Pangkalpinang.

Saat sadar dirinya mengakui bahwa mengucapkan hal itu karena ketakutan dan mabuk minuman keras.

Selain itu, MA dinyatakan sebagai satu diantara pengunjung THM lainnya yang positif penggunaan narkotika saat dilakukan tes urine. (Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo)

Editor: dik
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help